Makassar, Beritasatu.com – Polisi Regional Sulawesi Selatan dan Tim Penelitian Forensik (LabFor) diperiksa pada hari Sabtu (11/1/2025) karena kebakaran di Jalan Eklak, Biro Pendidikan Makasar Nagar di Distrik Pangan.
Read More : Kampung Baduy Jadi Tujuan Wisata Menarik Saat Libur Tahun Baru
Biro Pendidikan Makasar membakar sekitar jam 2 siang, dengan tidak ada yang fatal. Saya mendengar ledakan beberapa kali sebelum menghancurkan seluruh ruang bangunan.
Perkiraan awal sumber kebakaran berasal dari sebuah ruangan di belakang kantor. Awalnya hanya asap kecil yang terlihat, tetapi kemudian api dengan cepat meluas. Api api baru menghilang setelah puluhan truk pemadam kebakaran dikerahkan.
Sebagai hasil dari api, ada beberapa kamar, termasuk segmen keuangan, ruang rencana, aula, komputer dan produk elektronik, file manajemen dan arsip terbakar.
Enam pejabat lab dimobilisasi untuk membakar situs kejahatan (TKP) di Biro Sercasting McSer. Namun, sore ini ia menghentikan lokasi kejahatan dan melanjutkan lagi pada hari Senin (1/13/2025).
“Kami sebelumnya telah melakukan situs kejahatan dan baru saja menyelesaikan sampel, termasuk pengamatan publik, foto dan saksi,” kata Kasbudit Fisika Digital Forensik Bidbab untuk Polisi Regional Sulawesi Selatan AKBP Vithipernomo.
Sampel yang dikumpulkan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Petugas akan selanjutnya mengambil adegan kejahatan.
Walikota Makasar Ramdan “Danny” Pomanto meminta polisi untuk menyelidiki penyebab kebakaran Biro Pendidikan Makasar.
Read More : Lezatnya Mangut Lele Mbah Marto, Kuliner Legendaris asal Bantul sejak 1970
“Ada banyak pertanyaan tentang alasannya, apa efeknya, dan tentu saja banyak berita yang disebabkan oleh bencana ini. Untuk alasan ini, biarkan pihak berwenang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap insiden tersebut. Ini belum menjadi fakta. Ini adalah Belum ada fakta.
Danny Pomant meminta kepala kantor pendidikan untuk menemukan tempat sementara sehingga layanan terus berjalan di kantor Detic.
Dia berkata, “Kami juga memiliki MGC, jadi kami akan segera berintegrasi dengan semua pemerintah Kota Makasar. Kami juga memiliki bangunan sehingga semua pekerjaan kantor pendidikan masih dapat dilakukan,” katanya.
Danny meminta karyawan untuk membakar kebakaran kantor pendidikan Makasar untuk meningkatkan kewaspadaan.