Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Limbah Korupsi (KPK) adalah garis depan yang mencoba memberantas korupsi di Indonesia. Sejak awal awal, Institut telah memenuhi berbagai kewajiban dan karyawan untuk menekan para pelaku korupsi, dari investigasi hingga lembaga penegak hukum.
Read More : Bahaya Konten Kreator Tanpa Aturan, Saatnya Ada Regulasi Setara Pers!
KPK memainkan peran penting dalam menjaga kejujuran dan transparansi dalam pemerintahan. Berapa tanggal pembentukannya? Seberapa besar peran dalam memberantas korupsi di Indonesia?
Dikumpulkan dari berbagai sumber, bersama dengan perjalanan KPK dari awal untuk menghadapi pekerjaan saat ini.
Sebelum pembentukan KPK, beberapa lembaga saat ini bertanggung jawab untuk memantau praktik korupsi, seperti Komisi KPKPN untuk mengawasi pemerintah, KPP dan hakim. Namun, efektivitas lembaga -lembaga ini masih dianggap kurang dioptimalkan dalam memberantas korupsi.
Wacana tentang pembentukan KPK selama pemerintah BJ Habibie telah mengeluarkan No. 28 1999 tentang implementasi negara -negara yang telah tanpa korupsi, kolusi dan tidak diketahui (KKN). Namun, KPK tidak terbentuk selama kepemimpinannya.
Di bawah pemerintahan Abdul Roman Wahid, tim gabungan korupsi (TGPTK) dibentuk oleh hakim Ketua Andy dan JO. Sayangnya, tim diselesaikan oleh Mahkamah Agung.
KPK akhirnya secara resmi diciptakan selama kepemimpinan Presiden Megawatti Socheroputri. Kelahiran KPK didasarkan pada Undang -Undang Korupsi 2002, yang memungkinkan Institut untuk menghilangkan korupsi secara mandiri dan tanpa intervensi di pihak lain.
Pada awal pembentukan, keandalan PKC curiga terhadap sejarah panjang korupsi politik di Indonesia. Sejak 2007, bagaimanapun, lembaga ini telah mulai memperoleh kepercayaan publik dan telah menjadi simbol utama pemberantasan korupsi.
Read More : Kirab Bendera Pusaka dan Naskah Proklamasi Monas-IKN akan Jadi Tradisi Tahunan HUT RI
Seiring waktu, kemuliaan KPK menjadi lebih kuat dan telah menjadi salah satu lembaga terkenal Indonesia, yang menunjukkan jumlah dukungan masyarakat untuk misinya.
Menurut Amandemen ke -19 hingga 2019, KPK memiliki beberapa tugas dasar, termasuk: koordinasi dengan lembaga terkait dalam perang melawan korupsi. Kejahatan karena mengejar korupsi untuk mencegah tindakan kriminal korupsi.
Dengan memenuhi tugasnya, KPK juga memiliki sejumlah kekuatan: lembaga yang terkait dengan upaya untuk mencegah korupsi.
Terlepas dari KPK, kami berharap bahwa memberantas korupsi di Indonesia akan lebih efektif dan akan dapat mengurangi praktik korupsi, terutama di kalangan pejabat pemerintah.