Mataram, Beritasatu.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyiram kota Mataram yang menyebabkan tiga distrik di wilayah ini. Salah satunya adalah area perumahan elit Riverside, Selagalas, Cakranas, distrik Cakran.

Read More : Pekerja Migran Asal Malang Dikabarkan Tewas Tenggelam di Pantai Nomi Ishikawa Jepang

Dinding perbatasan di sekitar dinding perumahan dihancurkan yang tidak bisa dilawan oleh aliran air cepat, menyebabkan banjir tinggi 4 meter. Sebanyak 79 kepala keluarga terbunuh di rumah mereka.

Menurut kepala lingkungan Sweta Timur, Ida Bagus Ngurah mulai naik air dengan cepat pada pukul 16.00 Wita. Banjir datang dari timur dan utara dan berikan runtuh dengan dinding di sisi Eldar.

“Air itu berasal dari timur sebagai dinding timur dan utara timur dan utara di timur. Sungai itu ada di rumah kami, dan mengatakan karena penurunan kondisi rumah,” kata Ida Bagus.

Unit mobil roda empat dilaporkan bahkan untuk dibersihkan oleh banjir di barat ke barat, setelah runtuhnya dinding di sisi lain kompleks. Beberapa titik di bagian selatan kompleks juga dilaporkan runtuhnya dinding runtuh yang ditangkap semua penghuni rumah.

Read More : Labuan Bajo Banyak Diincar Turis, Kemenparekraf Siapkan Destinasi Baru

Tim bersama Sar Mataram Mataram City City BPBD BPBD untuk membebaskan Walds. Evakuasi dilakukan oleh perahu tiup, diarahkan ke pelanggaran yang tercatat, termasuk orang tua, anak -anak dan wanita.

“Kami segera menghubungi SAR dan BPBD. Mereka menyelamatkan penduduk Bertais, karena tiga orang tua ditangkap. Total tahanan adalah sekitar 79 rumah tangga,” Ida Bagus menjelaskan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *