Kebumen, Beritasatu.com – Pada Sabtu malam (11 September 2024) hingga malam hari, hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Hal ini menyebabkan banjir di sebagian wilayah Kebumen.

Read More : Pramono Anung dan Rano Karno Siapkan Pesta Rakyat di DPRD Seusai Pelantikan

Akibat banjirnya sungai Karanganyar, tujuh desa atau sebagian kecil wilayah Kabupaten Karanganyar terendam banjir dengan ketinggian 1 meter. Tujuh desa yaitu Desa Jatilukhur, Desa Panjathan, Desa Karanganyar, Desa Plarangan, Desa Kandi, Desa Karangkemiri dan Desa Kandi

Banjir Kebumen terparah terjadi di Desa Jatilukhur. Sedikitnya 33 KK terdampak banjir akibat jebolnya bantaran sungai Karanganyar.

RW 1, Kepala Dinas Perlindungan Lingkungan Hidup Kecamatan Jatiluhur, Joko Prihyanto mengatakan, banjir di Kebumen disebabkan oleh rusaknya bantaran sungai pada tahun 2020, dan kondisi serupa saat ini juga dialami sungai tersebut akibat peningkatan air.

โ€œAwalnya sekitar pukul 21.30 air mengalir dari pantai dan hancur. Tak lama kemudian pantai itu pecah. 29 KK terdampak banjir di area RV 1, dan 4 KK di area RV 2. Ketinggian air telah mencapai ketinggian air yang tinggi. Yang dia katakan hanyalah, “Di sana, airnya mencapai pahaku dan bahkan sampai pinggangku.”

Beruntung tidak ada korban luka dalam kejadian ini. Beberapa warga berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman, begitu pula warga lanjut usia yang dipindahkan ke tempat yang lebih aman.ย 

Read More : Polisi Terlibat Kasus Narkoba di Depok, Kompolnas: Usut secara Transparan

โ€œKami membuat titik evakuasi dan memindahkan lansia ke tempat yang aman,โ€ ujarnya.

Akibat banjir Kebumen, sejumlah rumah, pekarangan ternak, dan pinggir jalan rusak.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *