Jakarta, prestasikaryamandiri.co.id – Sejumlah pimpinan Dewan Permusyawaratan Rakyat (MPR) mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jalan Radin Saleh pada Sabtu (8/6/2024). ). Pimpinan MPR mengunjungi markas PKB untuk menjaring aspirasi dan membahas berbagai persoalan nasional untuk memberikan rekomendasi kepada pimpinan MPR pada periode berikutnya.

Pantauan prestasikaryamandiri.co.id, beberapa pimpinan MPR yang hadir antara lain Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil MPR Fadil Mohamed, Wakil MPR Ahmed Basra, dan Wakil MPR Jazeel Al-Fouyed. Wakil Ketua PKB.

Sementara itu, sejumlah pimpinan PKB menyambut baik kehadiran pimpinan MPR tersebut, antara lain Ketua Jenderal PKB Muhymin Iskandar atau Kik Amin, Sekjen PKB Hasanuddin Waheed, dan Wakil Sekjen PKB Sayyaf Hooda. Usai sidang tertutup selama dua jam, Kek Amin menjelaskan, kunjungan pimpinan MPR ke markas PKB merupakan kunjungan resmi untuk menarik harapan dan membahas berbagai persoalan bangsa guna menyampaikan usulan kepada pimpinan MPR periode pertama.

Kehadiran Pak Baumsuit bersama seluruh Wakil Ketua MPR dan jajaran yang tergabung di Sekretariat Jenderal merupakan kedatangan resmi dan merupakan bagian dari program kerja MPR untuk mempersiapkan berbagai langkah menjelang berakhirnya masa jabatan MPR siklus 2019- 2024. kata Amin.

Kek Amin mengucapkan terima kasih kepada pimpinan MPR atas persahabatannya. Ia menyebut silaturahmi kebangsaan ini sebagai upaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

‚ÄúTentu saya senang sekali, saya bersyukur atas kehadiran pimpinan DPR dan tentunya ini menjadi bagian penting dalam upaya kita berbangsa dan bernegara, agar semuanya berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. keinginan kita lahir. Pembangunan bangsa, “katanya.

Pada saat yang sama, Bamsot juga menegaskan, kunjungan yang dilakukan DPR merupakan kunjungan resmi. Ia menyayangkan perbedaan pendapat masyarakat dan mengatakan, Rapat Wolesi Jirga sependapat dengan sebagian masyarakat yang menyetujui perubahan UUD 1945.

“Pertama-tama saya tekankan, ini kunjungan resmi MPR. Oleh karena itu, kemarin saya melihat banyak sekali perubahan pemberitaan, sikap, yang kemudian dianggap salah. Baik sesama politisi maupun masyarakat awam,” kata Bamsot.

Ia juga membantah pimpinan MPR memutuskan untuk mengamandemen UUD 1945, apalagi ia menegaskan belum ada keputusan mengenai sistem pemilihan kembali MPR.

Ia menegaskan: “Pertama, belum ada pernyataan dari pimpinan kami bahwa kami memutuskan untuk mengubah apa pun. Tidak ada yang menyebutkan perubahan sistem pemilihan presiden di Wolesi Jirga.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *