Jakarta, Baritasu dot com – Presiden DPR Puan Maharani telah meminta pejabat hukum dan kementerian terkait untuk menangani secara serius penembakan lima warga negara Indonesia (WNI) oleh Otoritas Maritim di Malaysia. Menurut Puan, penyelidikan terperinci tentang masalah ini diperlukan dengan bekerja sama dengan daerah Malaysia.
Read More : Kuasa Hukum 5 Terpidana Kasus Vina Kumpulkan Bukti untuk Ajukan PK
“Pejabat yang bersangkutan dan pejabat hukum harus segera mengikuti masalah ini, menanyakan dan mengambil tindakan yang diperlukan,” kata Puan kepada Parlemen pada hari Kamis (30/30/2025).
Selain itu, Puan juga menekankan perhatian pemerintah pada keluarga para korban dan para korban, sehingga hak -hak mereka dapat sepenuhnya terpenuhi.
“Pemerintah harus melindungi dan mengurangi korban para korban korban sehingga peristiwa serupa tidak boleh dilihat lagi.”
Puan diyakinkan bahwa komisi terkait DPR akan segera memanggil Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak (P2MI) untuk membahas dan mengikuti masalah tersebut.
“Komisi yang relevan pasti akan mengambil langkah -langkah yang diperlukan untuk mengatasi kasus ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlenu) meminta pemerintah Malaysia untuk secara serius menangani penembakan warga negara Indonesia.
Read More : Misteri Kematian Bocah AS di Kutai Barat Terungkap, Korban Ternyata Dibunuh Ibu Kandungnya
“Kami meminta untuk mengatasi kehendak pemerintah Malaysia dengan serius,” Direktur Asia Kenmanalu, Mirza Nurhaidat, mengatakan Kamis (30/01/2025).
Mirza menambahkan bahwa ada kontrak tentang aturan untuk pengelolaan warga yang lewat ilegal di Indonesia dan Malaysia. Salah satunya adalah panduan umum (orientasi umum) yang mengatur penanganan nelayan tradisional yang saling bersilangan di wilayah laut kedua negara.
“Misalnya, Indonesia dan Malaysia memiliki orientasi yang sama yang mengatur penanganan nelayan tradisional. Seharusnya tidak ada penangkapan atau kekerasan terhadap mereka.