Jakarta, Beritasatu.com – Paus Fransiskus menawarkan suaka kepada politisi Myanmar dan pejuang demokrasi yang dipenjara oleh rezim pemerintahan saat ini. Siapakah profil Aung San Suu Kyi?

Read More : Anggota Partai Berkuasa Walkout dari Pemungutan Suara Pemakzulan Presiden Korea Selatan

Seperti diketahui, Paus Fransiskus menyerukan pembebasan mantan pemimpin Myanmar dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi yang ditahan. Para pemimpin Vatikan telah menawarkan suaka kepada Aung San Suu Kyi untuk membebaskannya dari kendali rezim.

Kepribadian dan profil Aung San Suu Kyi adalah sebagai berikut.

Profil Aung San Suu Kyi Aung San Suu Kyi lahir pada tanggal 19 Juni 1945 di Yangon. Dia adalah seorang diplomat, politisi, dan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991. Sosok Aung San Suu Kyi di Myanmar sangat populer di kalangan masyarakat. publik. Dia memainkan peran penting dalam transisi Myanmar dari pemerintahan militer ke demokrasi pada tahun 2010.

Keluarga Aung San Suu Kyi tidak sendirian. Ayahnya Aung San adalah bapak bangsa. Sejarah Aung San Suu Kyi di dunia pergerakan Myanmar sungguh panjang. Ia tercatat selamat dari upaya pembunuhan saat Pembantaian De Paine pada tahun 2003. Setidaknya 70 orang yang terkait dengan NLD (Liga Nasional untuk Demokrasi Myanmar) terbunuh pada saat itu.

Kepribadian Aung San Suu Kyi menjadi berita utama dunia internasional pada tahun 2019 ketika ia membela militer Myanmar dari tuduhan genosida terhadap masyarakat Rohingya. Saat itu, Aung San Suu Kyi menjabat sebagai penasihat negara.

Read More : Sekjen HKTI Sadar Subagyo Meninggal, Fadli Zon: Almarhum Pejuang Petani Indonesia

Selama karirnya sebagai politisi, Aung San Suu Kyi memenangkan pemilihan umum 2020 di Myanmar, namun ditangkap pada 1 Februari 2021 menyusul kudeta yang mengembalikan militer Myanmar.

Hukuman yang tidak adil? Saat Aung San Suu Kyi diadili pada 30 Desember 2022, ia dijatuhi hukuman 33 tahun penjara oleh rezim atas sejumlah dakwaan. Putusan tersebut kemudian memicu reaksi internasional, dan PBB mengutuk penangkapan dan hukuman Aung San Suu Kyi karena bermotif politik. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *