Jakarta, Beritasatu.com – Pekan lalu terjadi tiga kasus penembakan yang dilakukan polisi di tiga tempat berbeda dalam tiga hari. Korban pertama adalah seorang anggota polisi di Solok Selatan, Sumatera Barat. Korban penembakan kedua adalah siswa SMKN 4 Kota Semarang. Yang ketiga menimpa warga Tepi Barat.
Read More : Ini Alasan Sandra Dewi Tak Hadir di Sidang Putusan Korupsi Harvey Moeis
Tiga kasus penembakan polisi itu terjadi sejak Jumat (22/11/2024) hingga Minggu (24/11/2024). Di bawah ini adalah uraiannya.
Polisi Tembak Mati Polisi di Solok Selatan Kasus penembakan polisi di Solok Selatan menghebohkan masyarakat Indonesia. Kepala Reserse Polres Solok Selatan Ryanto Ulil Anshar tewas ditembak Kepala Operasi AKP Dadang Iskandar (57).
Penembakan terjadi di Polsek Solok Selatan, Jorong Bukit Malitang Barat, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada Jumat (22/11/2024) pukul 00:43 WIB.
Dadang Iskandar menembak AKP Ryanto sebanyak dua kali, masing-masing mengenai pelipis dan pipi kanan, hingga korban tewas seketika.
Penembakan tersebut diduga terkait dengan pertambangan. Dadang sangat marah kepada AKP Ryanto, karena tidak mau melepaskan pengemudi pengendara ranjau C dan dia ditangkap Satreskrim Polsek Solok Selatan.
Usai menembaki AKP Ryanto, Dadang melepaskan tembakan ke rumah dinas Kapolsek Solok Selatan yang berjarak 25 meter dari Mapolres Solok Selatan.
AKP Dadang didakwa melakukan pembunuhan tidak disengaja dan ditangkap di Polda Sumbar.
Polisi Tembak Mati Pelajar SMKN 4 Semarang Polisi menembak mati pelajar SMKN 4 Semarang berinisial GRO (16) saat terjadi tawuran antara geng Pojok Tanggul dan geng Seroja di dekat Perumahan Paramount, Semarang Barat, Jawa Tengah, Minggu (24/11/ 2024) sekitar pukul 01:00 WIB.
Kapolres Semarang Irwan Anwar mengatakan GRO merupakan bagian dari komplotan Pojok Tanggul.
Read More : Hasil Chelsea vs Shamrock: Pesta Gol, The Blues Kuasai Liga Konferensi Eropa 2024
Irwan mengatakan, saat kedua kelompok bertengkar, anggota Polrestabes Semarang lewat dan berusaha membubarkan mereka. Namun, polisi diserang oleh kelompok di balik bentrokan tersebut, yang melepaskan tembakan dan menembak pinggul GRO.
Setelah tertembak, GRO dibawa ke rumah sakit oleh si petarung. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Brimob Tembak Warga Tepi Barat Brimob menembak mati Beni (45), warga Dusun Sungkai, Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Minggu (24/11/2024) sore. Korban meninggal dunia dengan luka tembak di bagian pinggul.
Penembakan itu terjadi di perkebunan kelapa sawit di kawasan Simpang Teritip, Tepi Barat. Korban diduga berada di kebun untuk mencuri buah sawit milik temannya, dan kemudian diketahui oleh anggota Brimob yang sedang memantau kebun milik salah satu perusahaan.
“Ini merupakan rangkaian kejadian. Bukan kejadian tersendiri, pernah terjadi peristiwa (pencurian) buah sawit yang dilakukan pelaku,” kata Komandan Brimob Polresta Belitung, Senin (12/10). Bank, Kompol Esty Setyo, Senin ( 25/11/2024).
Esty mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, saat itu ada antara lima hingga enam orang yang diduga terlibat dalam pencurian buah sawit. Brimob yang menjaga taman memberikan teguran keras. Namun pelaku berhasil melarikan diri dan ditembak mati. Peluru itu mengenai Beni dan dia meninggal.