Sirebon, prestasikaryamandiri.co.id – Peggy Stiwan, terduga pelaku pembunuhan Vina Waki ​​​​2016 di Sirebon, Jawa Barat, menjalani tes psikologi di Mapolda Jabar pada Sabtu (06/08/2024) dan Minggu (06/ 09/2024 2024). Hasil psikotes Peggy Stevan akan keluar 14 hari setelah tes.

Hal itu diungkapkan salah satu kuasa hukum Peggy, Stivan Sugianti Arianti. Menurutnya, Polda Jabar harus transparan dalam mengumumkan hasil tes psikologi yang dilakukan kepada kliennya.

“Hasil psikologinya akan keluar 14 hari setelah tes, kita tunggu hasil tesnya. Kita berharap Polda Jabar bisa memberikan dan mempublikasikan hasilnya secara transparan. Kalau tidak transparan, kita laporkan,” dia ucapnya saat dihubungi prestasikaryamandiri.co.id, Senin (10/6/2024).

Sugianti mengatakan, Polda Jabar melakukan tes psikologi terhadap Pegi Stiwan untuk mengidentifikasi terduga pembunuh Vina Waki.

“Salah satu kelompok psikologi melaporkan bahwa tes tersebut dilakukan sebagai peringatan kepada Polda dalam menetapkan tersangka bersalah atas pembunuhan Vina Vaki,” ujarnya.

Sugianti menambahkan, alasan dilakukannya pemeriksaan psikologis karena Peggy Stivan sejak awal menyatakan tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina Vaki.

“Saya kira mungkin saja Peggy dari awal sudah konsisten bahwa dia bukan pembunuh, sehingga perlu tes psikologi. Tes ini untuk memastikan apakah Peggy benar-benar mengatakan yang sebenarnya atau tidak,” imbuhnya.

Dalam tes psikologi, Peggy Stivan ditanyai pertanyaan terkait kehidupan dan masa kecilnya.

“Selama tes yang berdurasi enam jam tersebut, Peggy diberikan pertanyaan tentang masa kecil dan kehidupannya, kemudian diperlihatkan gambar dan mengerjakan puzzle, mensimulasikan apakah Peggy benar-benar gadis straight,” ujarnya.

Sugyanti berharap setelah melakukan tes psikologi, Polda Jabar bisa membebaskan Peggy Stiwan dari balik jeruji besi.

“Kami berharap setelah pemeriksaan Peggy bisa dibebaskan karena sejak awal Peggy konsisten. Dia bukan penjahat dan kami yakin pada 27 Agustus 2016 Peggy tidak berada di Sirbon, melainkan di Bandung,” harapnya.

Sementara itu, orang tua Peggy Stevan berencana menjalani tes psikologi. Sugianti dan timnya membatalkan tes yang menurutnya tidak ada hubungannya dengan kasus yang menjerat Peggy Stevan.

“Kalau menurut saya dan tim, tidak ada relevansinya dengan kasus ini. Kalau misalnya dipanggil keluarganya maka akan ada evaluasi psikologis. Kami tim kuasa hukum akan menolaknya, tapi karena alasan Peggy, kita masih bisa menerimanya,” ujarnya.

Bahkan, Sugianti menyarankan penyidik ​​Polda Jabar melakukan tes psikologi terhadap saksi Efi yang dinilai patut dipertanyakan dalam keterangannya.

“Saksi Ip perlu kita periksa karena keterangannya diragukan. Nanti setelah tes psikologi kita tahu dia berbohong atau tidak,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *