Jakarta, Beritasatu.com – Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong terkejut mengetahui mantan Presiden AS Donald Trump ditembak mati.

Read More : Perbedaan Flu dan Pilek, Bagaimana Cara Mencegah Sekaligus Mengobatinya?

“Lega mendengar bahwa dia aman dan pulih dengan baik. “Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dan mereka yang terluka serta terkena dampak serangan tidak masuk akal ini,” tulis Wong dalam postingan Facebook, Minggu (14/7/2024), dilansir CNA.

“Kita tidak boleh melakukan kekerasan dengan mengabaikan perbedaan,” tambah Wong.

Trump ditembak di telinga saat berkampanye di Pennsylvania, menurut percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Biro Investigasi Federal (FBI).

Kandidat presiden dari Partai Republik itu memulai pidatonya ketika tembakan terdengar.

Trump, 78, menutup telinga kanannya dengan tangan kanannya, lalu menurunkan lengannya untuk melihat dan berlutut di belakang podium sebelum dikepung dan dilindungi oleh agen Dinas Rahasia.

Semenit kemudian dia keluar dengan bercak darah di sisi kanan wajahnya. Kandidat presiden dari Partai Republik itu mengepalkan tinjunya dan meneriaki penonton sebelum meninggalkan panggung.

Dinas Rahasia melaporkan bahwa penembaknya tewas, seorang pengunjuk rasa dan dua orang lainnya terluka.

Para pemimpin dunia terkejut atas pembunuhan mantan presiden AS pada rapat umum pemilu.

Read More : Pelaku Kuliner Lokal Berdayakan Warga Lewat Program Makan Bergizi Gratis

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan dia sangat terganggu dengan serangan terhadap Trump. Menurutnya, kekerasan tidak mendapat tempat dalam politik dan demokrasi.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga menentang serangan politik, dengan mengatakan: “Kita harus berdiri teguh melawan segala bentuk kekerasan yang menentang demokrasi.”

Anthony Albanese dari Australia mengatakan dia terkejut dengan pemandangan mengerikan di acara kampanye Trump dan merasa lega mantan presiden AS itu selamat.

“Ini adalah serangan yang tidak bisa dimaafkan terhadap nilai-nilai demokrasi dan kebebasan yang kita hargai sebagai warga Australia dan Amerika,” kata Albanese.

Perdana Menteri Selandia Baru Chris Luxon sependapat, dan menulis: “Tidak ada negara yang harus menanggung kekerasan politik seperti itu.”

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia dan istrinya Sara terkejut dengan serangan terhadap Trump. “Kami berdoa untuk keselamatannya dan pemulihan yang cepat,” tambah Netanyahu.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *