Jakarta, BERITATATATU.COM -PSSI Presiden Erick Thohir menerima evaluasi komprehensif tim nasional Indonesia dan pelatih Shin Tae -yong (gaya), meskipun Garada berhasil mengalahkan Arab Saudi. Di babak ketiga kualifikasi Piala Dunia Asia 2026, di mana Stadion Utama Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa malam (19.19.2019), Indonesia dengan meyakinkan menang 2-0.
Read More : Preview Monza vs Milan: Biancorossi Bisa Menyulitkan Rossoneri
Kemenangan ini dicapai oleh dua gol spektakuler Marselin Ferdinan. Gol pertama dicetak dalam 32 menit dan mengambil keuntungan dari umpan dewasa Ragnar Oratmanangoen. Marselino kembali mencatat namanya di papan skor dalam 57 menit, dengan tindakan yang mengesankan, memberikan tiga poin penting untuk tim nasional Indonesia.
Meskipun hasil positif telah tercapai, Erick menekankan bahwa evaluasi tetap menjadi prioritas dalam meningkatkan kinerja tim. “Tim nasional Indonesia dievaluasi,” kata Erick setelah pertandingan sebelum Sugbka.
Salah satu tujuan penilaian adalah ketersediaan pemain. Erick menekankan ketidakhadiran Justin Hubner karena kartu merah melawan Arab Saudi. Justin tidak dapat memperkuat tim nasional Indonesia melawan Australia pada Maret 2025.
“Kami punya waktu hingga Maret 2025. Semuanya perlu dihitung dengan hati -hati, termasuk kondisi pemain, baik cedera atau tidak,” tambah Erick. Dia juga ingat bahwa pada Januari 2025 itu dipengaruhi oleh efek potensial dari pasar transfer, yang dapat mempengaruhi keterampilan beberapa pemain.
Read More : BPI Danantara Bahas Kinerja dan Strategi Ketahanan Energi Pertamina
Erick menyatakan harapannya yang tinggi bahwa Kevin Diks dan Mees Hilgers, dua pendukung tim nasional Indonesia yang saat ini terluka, dapat sepenuhnya pulih sebelum pertandingan berikutnya. “Semoga Kevin DKKS dan Mees Hilgers akan dapat menghubungkan garis belakang tim nasional Indonesia lagi,” katanya.
Erick, Erick memutuskan untuk memberikan jawaban diplomatik atas kelanjutan Shin Tae-yong setelah kemenangannya atas Arab Saudi. “Evaluasi (melawan tim nasional Indonesia) dilakukan untuk semua orang,” Erick Thohir menyimpulkan.