Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Eric Tohir meninjau persiapan BUMN dalam pembangunan fasilitas dan instalasi energi (Surfas) di Semenanjung Ibukota (IKN), termasuk jaringan gas oleh Pertamina. Eric mengatakan, pemerintah berencana membangun kawasan industri hijau di IKN yang bekerja sama dengan BUMN. Sebagai pemasok jaringan gas, Pertamina menunjukkan komitmennya dalam menyediakan energi ramah lingkungan di ibu kota semenanjung tersebut.

Read More : Jokowi Perkenalkan Prabowo di WWF 2024, Luhut: Memberi Sinyal Bagus untuk Market

“Kami berencana memiliki setidaknya satu kawasan industri dalam 10-15 tahun, tetapi zona industri hijau,” kata Eric.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Direktur PT Pertamina (Persero) Wiko Migantoro menjelaskan, Pertamina akan memprioritaskan jaringan gas untuk menyuplai listrik ke IKN.

“Kami menggantinya dengan jaringan gas yang berbahan bakar gas alam. Proses pembangunannya dikoordinasikan dengan pembangunan fasilitas lain seperti saluran air, pipa gas, dan listrik,” kata Wiko.

Jaringan gas (Jarg) nantinya akan digunakan di IKN di kediaman menteri dan pegawai atau kediaman pemerintah. Kawasan Pemerintahan Pusat (KIPP) akan dibagi menjadi beberapa tahap. Pada tahap awal, PGN siap memenuhi kebutuhan pelanggan yang diharapkan dapat beroperasi pada Agustus mendatang.

Read More : Ketua DPR Ingatkan APBN untuk Menyelesaikan Permasalahan Struktural dan Bukan Sekadar Belanja

Selain pengembangan jaringan gas di IKN, Pertamina juga mengembangkan Pertamina Sustainable Energy Center yang meliputi Pertamina Sustainability Academy, Pertamina Training Institute, dan Pusat Riset dan Inovasi Pertamina Teknologi Berkelanjutan dan Rendah Karbon.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *