Sumenep, Beritasatu.com – Pemanfaatan peluang secara cerdas menjadi salah satu kunci penting kesuksesan sebuah perusahaan. Hal inilah yang dilakukan Nur Fitra, seorang ibu rumah tangga asal Sumenep sejak tahun 2014 dalam membangun usahanya.

Read More : IHSG Selasa 25 Juni 2024 Turun Tipis hingga Berkurang 6,4 Poin

Berbekal passion di bidang kuliner, Fitra mencetuskan ide berjualan roti yang awalnya dibuat melalui sistem pre-order atau hanya pesan saja. Lambat laun, roti buatan Fitra banyak diminati pecintanya sehingga memberinya kesempatan untuk mendirikan toko roti sendiri.

Fitra mengatakan, kecintaannya pada dunia kuliner dimulai sejak ia masih lajang. Ia awalnya menjalankan bisnis katering di Pulau Sapeken, kampung halamannya. Begitu menikah dan pindah ke Sumenep, ia memanfaatkan kesempatan berjualan roti yang awalnya hanya untuk dijual di kantor suaminya.

“Pada tahun 2014, saya mencoba membuat roti untuk dijual dalam skala kecil dan membawanya ke kantor suami saya. Ternyata jawabannya bagus, minatnya tinggi, dan saya jadi tertarik mendalami dunia baking lebih dalam. Sejak itu, saya mencoba mempelajari lebih lanjut tentang teknik memanggang roti. Toko roti ini membutuhkan modal yang besar karena membutuhkan peralatan yang banyak. Pertama saya pakai oven tank ring, lalu pakai hand mixer, kadang manual dengan tenaga otot. “Sepertinya peminatnya semakin banyak karena repeat ordernya juga banyak,” kenang Fitra di hari-hari pertama berdirinya perusahaan tersebut.

Nama toko rotinya adalah Warung Soeka. Nama ini sendiri sebenarnya diambil dari perusahaan katering yang dijalankannya sebelum menikah, dengan harapan produk yang dijual tidak hanya roti saja, tapi juga berbagai makanan lainnya.

“Saat saya memulai bisnis, Roti Boy sedang berkembang. Ya, saya melakukannya dan banyak orang menyukainya. Tapi di Warung Soeka kami beri nama Roti Bin. “Produk ini pula yang mengharumkan nama Warung Soeka dan dikenal banyak orang, bahkan hingga saat ini menjadi produk favorit,” kata Fitra.

Sementara itu, Warung Soeka semakin merebut hati masyarakat Sumenep. Terbukti dengan jumlah pesanan Fitra yang meningkat hingga ratusan setiap harinya. Fitra merasa kewalahan dengan peralatan yang belum memadai dan berpikir untuk mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke BRI.

“Awal tahun 2018 saya mendapat pesanan sebanyak 250 buah. Lalu saya selalu menggunakan hand mixer yang prosesnya lebih lama. Kemudian seorang nasabah menyarankan saya untuk mengambil KUR dari BRI untuk mendapatkan modal usaha membeli peralatan. Kebetulan waktu itu saya tidak kepikiran, tapi seiring berjalannya waktu, pesanannya semakin banyak dan saya pun kewalahan. “Jadi saya coba berani melamar.” jadi saya tidak bisa menghitungnya,” kata Fitra.

“Nominal pinjaman yang saya terima dulu Rp 10 juta, lalu naik menjadi Rp 25 juta, Rp 50 juta, sekarang sudah mencapai Rp 100 juta.” Nominalnya bertambah dan prosesnya juga lebih cepat, mungkin karena saya neraca “Bagus, ACC prosesnya lebih cepat,” jelas Fitra.

Fitra menggunakan pinjaman ini untuk memperluas peralatan produksi. Seiring bertambahnya jumlah pesanan, tentu saja Warung Soeka membutuhkan lebih banyak alat untuk menyelesaikan pesanan lebih cepat. Selain itu, dengan bantuan pembiayaan tersebut, Fitra juga dapat membuka cabang sendiri di rumah dan membangun dapur produksi khusus yang diperlukan untuk menambah jumlah peralatan.

Read More : Jalan Amblas di Bedahan Depok Makin Parah, Warga Nekat Melintas

Selain pendanaan, Fitra juga mengumumkan bahwa BRI memberikan fasilitas berupa pelatihan dan seminar pengembangan bisnis.

“Kami juga telah mengikuti beberapa kursus pelatihan, seperti pelatihan Halal, dan kami juga mengadakan seminar tentang penjualan online. Para pelanggan ini juga sangat menentukan arah untuk mengembangkan bisnisnya. “Menurut saya ini ilmu yang sangat penting,” ujarnya.

Fitra juga berharap kerja sama dengan BRI dapat terus berlanjut di masa depan, karena BRI memberikan banyak peluang bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya.

“Saya berharap BRI terus peduli terhadap UMKM karena UMKM adalah penopang perekonomian negara. “Mohon terus memberikan perhatian khusus kepada UMKM di Sumenep dan membimbingnya agar bisa berkembang lebih jauh lagi,” ujarnya.

Pada kesempatan lain, Direktur Usaha Mikro Supari mengungkapkan, mayoritas KUR BRI disalurkan pada sektor industri pengolahan dengan pangsa mencapai 55%. BRI juga optimis mampu memenuhi penyaluran KUR tahun ini senilai Rp 165 miliar pada September 2024. 

“Hal ini dapat dicapai melalui percepatan upaya penutupan atau peningkatan bagi pelanggan yang sudah ada. “Kisah UMKM Warung Soeka di Sumenep menjadi contoh bagaimana pembiayaan dan dukungan usaha yang kami berikan dapat memperkuat kemampuan usaha UMKM,” tutup Supari.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *