Jakarta, Beritasatu.com – Berbagai isu politik menjadi sorotan Beritasatu.com pada Rabu (18 September 2024). Salah satu yang mengemuka adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali tersentuh dengan Keputusan Presiden (Keppres) Ibu Kota Negara Kepulauan (IKN).
Read More : Program Makan Bergizi Gratis Mulai Digulirkan, Langkah Nyata Menuju Generasi Emas 2045
Menariknya, saat membahas Perpres IKN, Jokowi menyebut nama Prabowo Subianto yang akan dilantik sebagai presiden baru terpilih pada Minggu (20/10/2024). Kabar lainnya terkait program utama pemerintahan Prabowo Subianto yakni makanan bergizi gratis.
Program yang diluncurkan pada 2 Januari 2025 ini akan menyasar 82 juta anak di Indonesia. Berikut lima topik politik terkini:
1. Perpres IKN Belum Keluar, Jokowi: Pindah Rumah Saja Ruwet Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara soal belum keluarnya Keputusan Presiden (keppres) soal pemindahan ibu kota dari Jakarta ke nusantara . Modal (IKN). Menurutnya, relokasi IKN memerlukan persiapan yang matang, tidak hanya dari segi infrastruktur tetapi juga sumber daya manusia (SDM) dan sistem pendukung lainnya.
Kompleksitas pergerakan IKN diibaratkan Jokowi sebagai perpindahan yang menurutnya sudah cukup rumit, apalagi perpindahan pusat kekuasaan yang memerlukan perhitungan matang di berbagai sektor.
“Kita harus pastikan persiapannya matang-matang. Di IKN semua harus benar-benar siap. Kalau baru ditandatangani, mudah, bisa dalam hitungan detik. modal harus siap sepenuhnya’ memang tercapai,” kata Jokowi usai membuka Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) pada Rabu (18/9/2024).
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan, Perpres pemindahan ibu kota bisa ditandatangani oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto jika persiapannya tidak rampung di masa jabatannya.
Read More : Profil Satryo Soemantri Brodjonegoro, Wajah Baru Calon Menteri Kabinet Prabowo Subianto
“Semuanya harus siap, tidak hanya gedungnya. Furnitur, listrik, SDM, sistem pendukungnya – semua harus diperhitungkan. Bukan sekedar pindah rumah saja yang sudah cukup rumit, ini berarti pindah ibu kota. Jadi Semuanya harus dipertimbangkan matang-matang, bisa menandatangani Perpres atau bisa juga Pak Prabowo,” jelas Jokowi.
Jokowi menekankan pentingnya membangun ekosistem IKN secara menyeluruh. Ia juga menegaskan kesediaan infrastruktur pendukung seperti logistik, sekolah, dan rumah sakit harus diperhatikan sebelum ibu kota dipindahkan.
“Persiapan kota itu sendiri yang paling penting. Ekosistem harus terbentuk. Bukan hanya pergerakan orang atau angkutan barang, tapi juga logistik, pendidikan anak, fasilitas kesehatan. Ini perubahan besar yang perlu perencanaan matang,” pungkas Jokowi.