Jakarta, Beritasatu.com – Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun memberikan komentarnya terkait pimpinan partai politik Hamas yakni Ismail Haniyeh yang tewas akibat serangan roket di Teheran, Iran, pada 31 Juli 2024. .
Read More : Parlemen Akan Makzulkan Presiden Korea Selatan meski Sudah Minta Maaf atas Darurat Militer
Menurutnya, meninggalnya Ismail Haniyeh tidak menyurutkan semangat juang bangsa Palestina. Sebab dahulu banyak tokoh-tokoh besar yang gugur, namun perjuangan dan perlawanan terhadap Israel masih terus berlanjut.
“Sekarang Ismail Haniyeh telah terbunuh), dan ini bukanlah akhir dari segalanya. Rakyat Palestina akan terus melanjutkan, tidak hanya perjuangan, tetapi juga upaya dan kebijakan untuk menyelesaikan masalah di lapangan,” kata Zuhair dalam konferensi pers. di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (08/05/2024).
Ia menyatakan serangan Israel akan terus berlanjut dan memakan banyak korban jiwa. Mereka tidak bisa dihentikan karena itu adalah kebijakan yang berlaku dari pemerintah mereka.
โIsrael berusaha membunuh lebih banyak orang, itu kebijakan mereka,โ kata Zuhair.
Namun yang terus dipertahankan oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas adalah kesatuan pemerintahan di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem. Ia tidak ingin menyerahkan satu wilayah pun ke tangan Israel.
Read More : Partai Buruh Tunda Aksi di Depan KPU dan DPR
Duta Besar Palestina di Indonesia juga mengumumkan bahwa Mahmoud Abbas telah menerima tawaran dari Israel untuk menyerahkan wilayah Palestina kepada mereka. Namun hal tersebut ditolak keras oleh presiden Palestina.
โSaya tidak dapat menerima bahwa di akhir hidup saya, orang-orang akan berbicara tentang saya yang melanggar kewarganegaraan saya dan rakyat saya,โ tegas Zuhair.