Teheran, Beritasatu.com – Tim inspektur meninggalkan Iran, Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Pernyataan ini dibuat oleh akun resmi X IAA, @IAOOorg pada hari Jumat (07/07/2025).

Read More : Bank Tanah Siapkan 11 Lokasi untuk Dapur Umum Program Makan Bergizi Gratis

IAEA yang dilaporkan oleh NHK pada hari Sabtu (7.07.2025) berangkat dari Iran untuk kembali ke markas besar di Wina, Austria. Namun, tidak ada alasan terperinci untuk menjelaskan mengapa tim inspektur Irar Iran pergi.

Iran sendiri mengklaim bahwa kegiatan Magaea adalah bahwa Israel dan Amerika Serikat bertanggung jawab untuk menyerang lembaga nuklir mereka. Awal pekan ini, presiden Iran Masud Pekhishian mengumumkan bahwa ia akan menunda kerja sama antara Iran dan IAA.

Laporan Wall Street didistribusikan oleh beberapa sumber yang mengetahui masalahnya dengan menarik inspekturnya ke Iran karena Iran Keamanan PBB (PBB).

Kepergian tim Inspektur IAEA adalah hambatan utama untuk akses internasional ke tempat nuklir Iran. Ada kekhawatiran bahwa situasi ini akan memberi Iran untuk melanjutkan aktivitas nuklirnya tanpa pengawasan eksternal.

Read More : Prakiraan Cuaca Minggu 28 April 2024: Seluruh Kota Besar di Kalimantan dan Sulawesi Diguyur Hujan

Kepergian tim Inspektur IAEA bersaksi tentang kemungkinan akses internasional yang cukup besar ke situs nuklir Iran, lapor surat kabar itu. Artinya, memungkinkan pemerintah Iran untuk melakukan kegiatan pembangunan nuklir tanpa pengawasan.

Sebelumnya, pada Mei 2025, Iran menyatakan bahwa Iran memiliki 400 kilogram Uranus, yang kaya hingga 60%. Namun, keberadaan Uranus setelah serangan AS terhadap struktur nuklir Iran pada 13 Juni 2025 tidak diketahui.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *