Bogor, Beritasatu dot com = Kepala Departemen Nutrisi Nasional (BGN) Danda Hind dengan menyediakan asuransi untuk program makan nutrisi gratis (MBG) di Indonesia. Upaya ini telah diimplementasikan untuk memberikan perlindungan dan keamanan dengan kemampuan meracuni makanan.
Read More : Pakar Minta Tokoh Agama Kaji Ulang Jumlah Libur Keagamaan di Indonesia
Mempertimbangkan para korban keracunan MBG di Rumah Sakit Kota Bogoor akhir pekan lalu, Dandan mengatakan bahwa partainya sedang mempersiapkan rencana perlindungan yang cocok untuk penerima manfaat.
“Oh, tentu saja, kami sedang mendiskusikan model jaminan untuk penerima manfaat, karena tidak ada produk asuransi seperti itu di Indonesia,” kata Dadan kepada wartawan.
Bahkan pada tahap awal, ayahnya mengatakan bahwa partainya terkoordinasi dengan Badan Layanan Keuangan (Ozke) untuk membahas potensi kerja sama, terutama dengan anggota yang menangani asuransi.
“Kami telah disarankan untuk mengatur pertemuan untuk membahas jaminan penerima manfaat untuk Asosiasi Asuransi Jiwa, Asosiasi Asuransi Umum dan organisasi yang relevan minggu depan,” katanya.
Saat ini, 38 juta penerima manfaat dari 38 juta penerima telah mencapai program nutrisi gratis melalui 1.300 pusat pemasok gizi. Angka -angka ini ditargetkan untuk meningkatkan sekitar 4 juta dalam waktu dekat.
Read More : Menteri PU Pastikan Kesiapan Posko Mudik Lebaran 2025
Sebagai langkah dalam banyak kasus keracunan makanan, BGN juga sepenuhnya menilai proses penyediaan makanan nutrisi.
“Fenomena ini adalah pelajaran bagi kami untuk meningkatkan standar operasi, di mana pilihan bahan baku berkualitas berasal dari teknik memasak makanan bergizi gratis yang sesuai.