Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Review Bursa Efek Indonesia (BEI) Gede Nyoman Yetna memaparkan perkembangan penerbitan efek pada tahun 2024. Ia mengatakan, target penerbitan efek tahun ini mencapai 70% dari total 230 efek.

Read More : Rencana PPN 12 Persen, Eks Dirjen Pajak Minta PPh Karyawan Diturunkan

Tercapai 70%, kata I Gede Nyoman Yetna di BEI, Jakarta, Rabu (3/7/2024).

Nyoman mengatakan, sejak awal tahun 2024 hingga saat ini, sudah ada 26 perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di BEI. Kemudian pada Kamis (4/7/2024) akan dilakukan pelepasan obligasi.  

Sementara pada pekan depan, ada satu hari lagi dua perusahaan tersebut akan mencatatkan sahamnya di BEI. “Pipa ini masih membantu memenuhi persyaratan penerbitan surat berharga pada akhir tahun ini,” ujarnya.

Meski belum bisa memastikan jumlah IPO tahun ini akan memecahkan rekor, ia mengatakan BEI telah melakukan berbagai upaya untuk menarik investor. 

Read More : Milan dan Bologna ke Perempat Final Piala Italia setelah ‘Pesta’ Gol

“Untuk perusahaan besar, kami bermitra dengan Ernst & Young (EY) menjelang IPO dan dengan bank-bank besar untuk menyediakan akses ke pasar modal. Sekarang dengan adanya lembaga perpajakan bahkan di tingkat daerah, kami membuka diri untuk tidak hanya melirik perusahaan kecil, menengah, dan besar saja, tapi semuanya termasuk BUMN,” jelas Nyoman.

Saat ini, ada dua perusahaan besar yang sedang dalam proses IPO. Salah satunya adalah perusahaan di bidang hiburan. Sementara itu, BEI belum merilis rinciannya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *