Batavia, Beritasatu.com – Salah satu pendiri Pasardana, Hans Kwee menjelaskan beberapa alasan mengapa rupiah mengungguli dolar AS. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, terutama ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel, nilai tukar rupee yang melemah pada periode tersebut juga menggunakan faktor internal.
Read More : 110.000 Akun Ikut Pilih Desain Jersei Timnas, Model Berkerah Jadi Favorit
“Iya, tekanan terhadap nilai tukar rupee kita karena kondisi global yang tidak adil, namun ada juga faktor internal yang mempengaruhi, seperti pasca pemilu dan faktor sosial dan politik dalam negeri yang agak panas, meski dalam hitungan langsung. menunjukkan win-win match,” kata Hans Kivi dalam Market Opening Investor Program edisi Rabu (15/4/2024).
Pasar, terutama mata uang asing, merespons kondisi pasca pemilu 2024 yang lesu dengan menjual obligasi lokal. Alasannya, mereka khawatir defisit fiskal Indonesia akan melebar sehingga pemerintah harus meningkatkan kewajiban utang baru.
“Dengan mengeluarkan lebih banyak pinjaman baru, imbal hasil (yield) akan meningkat dan hal ini juga akan memberikan tekanan terhadapnya.” Jadi ini juga turut berkontribusi terhadap pelemahan nilai tukar rupee kita,” jelas Hans.
Bank Indonesia (BI) memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan segera menaikkan suku bunga pinjaman utama atau BI-rate sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan minggu depan, menyusul konflik bersenjata Iran-Israel baru-baru ini.
Pasalnya, nilai tukar rupiah masih melemah dan IDR berada di atas level Rp 16.000 per dolar AS. Diketahui, Rapat Direksi (RDG) BI akan digelar pada Rabu, 24 April.
Read More : Ini 14 Lokasi Samsat Keliling di Jakarta Senin 3 Juni 2024
Menanggapi hal tersebut, Hans Kivi mengatakan hal tersebut terjadi pada Oktober 2023, ketika BI kembali mengumumkan BI rate akibat kebijakan Amerika Serikat (AS)/Federal Reserve (The Fed) yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kecil kemungkinan BI akan mengambil langkah tersebut lagi sebagai respons terhadap kekhawatiran rupee saat ini.
“Waktu itu mirip H tinggi untuk indikator long, jadi kemungkinan kalau rupee terus melayang di atas 16.000, BI bisa naik 25 basis poin agar spread kita di H semakin lebar. pungkas Hans Koi.