Solo, Beritatu.com – Dalang, Suara dari Sukoharjo Regency, Jawa Tengah, Ki Dalang Warsen Slorak, meninggal Kamis (12 Desember 2012) 16:30.

Read More : Hasto Mengaku Sempat Berdebat dengan Penyidik KPK

Keponakan dari almarhum Ki Dalang Warsen Slikas, Jatmiko Solo, mengatakan Warsen meninggal di rumah sakit karena penyakit jantung setelah tiga hari.

“Pak Slank dirawat dengan PKU selama tiga hari. Mayat ini dibawa pulang,” kata Jatmiko dengan lereng Warsh boneka yang meninggal pada usia 59.

Mayatnya akan dikubur Kamis ini sebagai Astana Depokan, Juwirring, Claten, Central -yava.

Sebelumnya, Slank Ki Dalang Warsen berpartisipasi dalam sosialisasi 4 kolom dan doa nasional, yang dipimpin oleh Sason Sumiwo Keraton, seorang wakil ketua pertemuan Lestari Moerdijat, Hadiningrat.

Pada kesempatan itu, Ki Warsen Slok memainkan permainan Wahyu Cakraningrat yang berisi nilai -nilai filosofis tentang kepemimpinan, keadilan dan kebijaksanaan.

Pada saat itu, Ki Warsen memberi tahu generasi utama anak muda untuk menjaga budaya Javanen bahwa Wayang adalah kultus.

Read More : Kenaikan PPN 12 Persen Disebut Tidak Adil

Warsen Slonk juga menghargai sosialisasi empat pilar setelah kurangnya kelompok yang berbeda yang peduli dengan budaya dan dukungan di negara ini.

“Luhuring DRAJAD BANGSA Urutan Kaman, Jika budaya telah dikonfirmasi, Tuhan siap untuk mempertahankan martabat kita,” katanya.

Hari ini, The Dead Ki Dalang Warsen Slika adalah saudara junior Dalang Anom. Dia meninggalkan seorang wanita dan dua anak. Amaras, salah satu dari anak -anaknya, juga memasuki jejak ayahnya dalam seni Pedalangan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *