Kalimantan Timur, beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan empat unit helikopter untuk mengkaji risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutala) di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Persiapan ini juga bertujuan untuk mendukung stabilitas Daerah Ibu Kota Negara (IKN).

Read More : Pemprov Babel Siapkan 4.000 Dosis Vaksin Setelah 109 Sapi Kena PMK

Hal itu dikeluarkan oleh Kepala BNPB Letjen. TNI Suharyanto, Jumat (2/8/2024) dalam rapat koordinasi kesiapsiagaan darurat bencana kekeringan, hutan, kebakaran, dan kabut asap di provinsi Kalimantan Timur.

Suharyanto mengatakan, dua helikopter akan digunakan untuk pengawasan, sedangkan dua sisanya akan digunakan TNI AU untuk operasi pengeboman air.

“Kami siapkan dua helikopter untuk pengawasan dan dua lagi untuk water drop,” kata Suharyanto.

Suharyanto mengatakan BNPB akan menambah armada pesawatnya seiring dengan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur. Helikopter patroli tambahan akan digunakan untuk pengawasan. Jika ada titik panas maka akan dilakukan tindakan bom air.

Read More : Korban Tewas Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Bertambah Jadi 27 Orang

Suharyanto mengatakan, Pemprov Kaltim juga meminta agar wilayahnya diprioritaskan dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan mengingat perkembangan IKN yang sedang berjalan. BNPB sendiri telah menetapkan enam wilayah sebagai prioritas penanganan karhutla, yaitu Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *