Karimun, Beritasatu.com – Pengejaran dua kapal penyelundup ratusan ribu benih lobster senilai Rp 17 miliar di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, berlangsung menegangkan. Petugas Gabungan Bea dan Cukai terpaksa turun ke laut bakau untuk mencari dua pelaku dan barang bukti lobster tersebut.ย 

Read More : 8 Herbal yang Bisa Mengatasi Hipertensi

Para agen melepaskan tembakan peringatan ke kapal penyelundup. Namun pelaku tidak menghiraukan penembakan polisi. Selanjutnya pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang menambah kecepatan kapal. Kapal berhenti setelah menabrak hutan bakau.

Meski berusaha melarikan diri, kedua penyelundup berhasil melarikan diri ke hutan bakau Pulau Paku. Pihak berwenang hanya menemukan 30 peti lobster berisi 177.300 ekor lobster.

Rencananya ratusan ribu benih lobster akan diselundupkan ke Malaysia melalui perairan Tanjung Balai Karimun.

Kepala Bidang Kepatuhan Internal Kantor Bea dan Cukai Daerah Khusus Kepri Hanif Adnan Zulianto mengatakan ratusan ribu benih lobster diangkut dengan dua kapal cepat menuju pompong.

Sementara itu, satu kapal pompong yang membawa 30 dus berhasil diamankan, namun kedua pelaku berhasil lolos setelah mengemudikan perahu tersebut di hutan bakau, kata Hanif, Rabu. (28/8/2024).

Read More : Hadiri Sidang Tahunan MPR, Wapres Ma’ruf Amin Kenakan Pakaian Adat Palembang

Jalur yang digunakan penulis tersebut adalah ship-to-ship di perairan perbatasan yaitu Indonesia dan Malaysia.

โ€œSetelah berhasil diamankan, petugas langsung melepas telur lobster tersebut ke habitatnya di perairan Pulau Kambing Karimun,โ€ imbuh Hanif.

Proses pelepasan ini melibatkan beberapa instansi yaitu Lanal Karimun, PSDKP dan Karantina Karantina Tanjungbalai.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *