JAKARTA, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo mengatakan inflasi dapat dikendalikan antara 2-3% pada masa pemerintahannya, sementara banyak negara sudah mencapai lebih dari 200%. Sementara itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 6,1% menjadi 0,8% pada tahun 2024.
Read More : Sistem Integrasi Govtech Ina Digital, Erick Thohir: Kerja Keras 400 Anak Bangsa
Jokowi mengatakan, upaya juga dilakukan untuk melindungi masyarakat ekonomi bawah. Dalam 10 tahun terakhir, anggaran kartu Indonesia yang sehat telah menghabiskan data sebesar Rp 362 triliun.
Jumlah tersebut digunakan untuk mendanai layanan kesehatan setiap tahunnya bagi lebih dari 92 juta peserta JKN, kata Presiden Jokowi pada pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF). Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis, (5/9/2024).
Lanjut Jokowi, dengan anggaran Rp113 triliun selama 10 tahun agar Kartu Indonesia Pintar dapat digunakan oleh lebih dari 20 juta siswa per tahun mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK di Indonesia.
Jokowi mengatakan, anggaran Kartu Indonesia Sehat sebesar Rp 361 triliun memberikan layanan kesehatan bagi lebih dari 92 juta peserta JKN setiap tahunnya.
Selain itu, anggaran Program Keluarga Harapan sebesar 225 triliun selama 10 tahun telah digunakan untuk meningkatkan perekonomian sekitar 10 juta keluarga miskin, ujarnya.
Read More : Sucor Sekuritas Rekomendasikan BRPT sebagai High Alpha Stock
Sedangkan bantuan anggaran ketenagakerjaan sebelumnya sebesar Rp60,3 triliun selama lima tahun telah digunakan untuk meningkatkan keterampilan 18,8 juta pekerja yang tersebar di seluruh Indonesia, jelasnya.
Di sisi lain, upaya penurunan stunting juga telah membuahkan hasil, dari sebelumnya 37,2%, kini menjadi 21,5% pada tahun 2023, dan pengangguran turun menjadi 4,8% pada tahun 2024 dibandingkan sebelumnya 5,7% Selesai.