Jakarta, Beritasatu.com – Metode sel induk atau yang sering disebut stem cell sudah ada sejak lama dan disebut-sebut memberikan manfaat besar dalam pengobatan berbagai penyakit, termasuk kanker.
Read More : Jelang Akhir Libur Nataru, 24.000 Orang Kunjungi Ancol
Dr. Purwati Sp PD KPTI Finasim, pakar sel punca penyakit dalam Universitas Airlangga (Unair), mengatakan sel punca dapat berkembang menjadi banyak jenis sel di dalam tubuh.
Penting untuk fungsi dasar, termasuk sistem perbaikan tubuh untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak agar dapat hidup lebih lama.
“Jadi bisa dibilang masih banyak penelitian tentang sel induk ini, karena sangat adaptif.” “Sel induk bisa berubah dan berkembang sesuai garis keturunannya,” ujarnya usai menerima WIPO Inventor Award atau Penghargaan Kekayaan Intelektual Tahun 2024 dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), di Jakarta, Rabu (12/6). / 2024).
Ia melanjutkan, sel punca dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari diagnosis hingga pengobatan. Faktanya, kemampuan sel induk juga dapat digunakan dalam pengobatan presisi.
Menurutnya, terapi sel induk juga digunakan dalam bidang ortopedi dan banyak penyakit destruktif atau genetik lainnya. Di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sel Universitas Airlangga, pihaknya terus melakukan penelitian dan inovasi terkait terapi sel induk.
Read More : Alasan Ruben Onsu dan Sarwendah Tidak Bisa Berdamai dan Tetap Cerai
“Secara umum, kami menemukan bahwa teknologi ini aman, halal, efektif, dan berisiko rendah. Oleh karena itu, saya berharap masyarakat dapat mempelajari lebih lanjut tentang sel induk dan menggunakan sel induk di rumah untuk mencegah pelarian modal,” kata Dr. Purwati.
Sebagai dokter spesialis penyakit dalam, beliau terlibat dalam penelitian sel induk dan genetika. Sejauh ini, ia telah menerima 13 paten dan HKI dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada periode 2015-2020, yang semuanya terkait dengan sel induk atau genetika atau modifikasi genetik.
“Alhamdulillah dengan izin Allah tentunya saya sangat bersyukur atas penghargaan ini karena berarti saya memberikan perhatian dan dukungan yang maksimal dalam dunia penelitian kedokteran yang pemerintah hadirkan di Indonesia, khususnya dalam hal stem cell dan genetik. rekayasa,” ujarnya. Purwati.