Jakarta, Beritasatu.com – Idul Adha atau dikenal juga dengan Hari Kurban atau Idul Fitri merupakan salah satu dari dua hari raya umat Islam. Pada Idul Adha, umat Islam menyembelih hewan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Read More : BNPT Perkuat Peran Guru di NTB dalam Menangkal Radikalisme, Kekerasan, dan Perundungan
Selain kurban, masih banyak amalan lain yang disebutkan Nabi Muhammad pada hari ini. Berikut sembilan olah raga yang bisa dilakukan di Hari Raya Idul Adha.
1. Bertakbir di Hari Raya Idul Adha Hak bertakbir di hari raya Idul Adha adalah Sunnah. Takbir Idul Fitri dapat dimulai sejak subuh hari Arafah (9 Zulhijjah) hingga sore hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijjah). Bunyi Takbir Idul Adha adalah : “اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, لَا إِلَه َ إ”
“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illa Allahu wa Allahu akbar, Allahu akbar wa lillaahil hamd.”
2. Jalani malam takbiran dengan takbir dan ibadah. Disunnahkan membaca Takbir di malam Idul Adha saat magrib, dan juga sangat Sunnah menjalani malam Idul Fitri dengan berdzikir, terutama Takbir, Salawat, Sholat Magrib dan lain-lain.
Takbiran malam ini adalah salah satu waktu terbaik. Besar kemungkinan doa Anda akan dikabulkan oleh Allah SWT. Petunjuk ini terdapat dalam kitab Raudlatut Thalimin: “
Artinya: “Disunnahkan membaca Takbir pada malam Hari Raya saat matahari terbenam, dan juga sangat Sunnah untuk menjalani malam Idul Fitri dengan beribadah.”
3. Cuci diri Anda dan gunakan parfum. Pentingnya membersihkan diri dengan menggunakan parfum, memotong rambut, memotong kuku dan menghilangkan bau untuk menjaga keindahan hari raya. Menurut kitab Syari’ah Muhadzdzab dijelaskan :
Artinya: “Pada hari raya Idul Fitri, disunnahkannya membersihkan badan dengan memotong rambut, memotong kuku, dan menghilangkan bau badan, karena amalan ini dilakukan pada hari Jumat dan disunnahkan juga memakai wewangian.”
4. Menuju tempat salat Idul Fitri. Saat Idul Adha, dianjurkan untuk berjalan kaki menuju Sholat Idul Fitri. Hal ini benar menurut kebiasaan atau Sunnah Nabi. Nabi tidak pernah menunggang kuda ketika berangkat salat Idul Fitri. Nabi sering mengambil rute yang berbeda dalam perjalanan pulang dan pergi. Tentang temannya Jabir bin Abdullah dia berkata:
Artinya: “Ketika Nabi SAW salat Idul Fitri, beliau mengambil jalur yang berbeda saat keluar dan pulang.” (HR Bukhari Nomor 986)
Kemudian Ibnu Umar berkata kepada temannya: َرْجِعُ مَاشِيًا
Read More : GP Ansor Luncurkan Chinese Learning Center dan Positif Game Ecosystem
Artinya: “Rasulullah biasa berangkat salat Idul Fitri dengan berjalan kaki, dan ketika pulang pun ia biasa berjalan kaki.” (HR Ibnu Majah Nomor 1295)
5. Puasa Arafah Puasa Arafah sehari sebelum Idul Adha atau tepatnya pada hari kesembilan bulan Zulhijjah adalah sunnah. Puasa ini dilakukan untuk mendapatkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Artinya: “Puasa pada hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, dan puasa Asyura (10 Muharram) menghapus dosa satu tahun sebelumnya.” (HR Muslim)
6. Kenakan pakaian terbaik. Kenakan pakaian terbaik, terbersih dan terbersih. Namun, bagi wanita cukup menggunakan pakaian sederhana atau pakaian santai. Berpakaian berlebihan dan menggunakan parfum tidak dianjurkan. Dalam Raudlatut Thalibin dijelaskan: يَابِ, وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ, وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَ % عِ مَا ذَكَرْنَاهُ ْقَعِدُ فِي تِهِ وَال ارِجُ إِلَى الصَ stat. “ لا يbr لcker ّsig م , وَلَا يَلْبَْنَ مَا ُشْörter ,رُنّ مِنَ الثِّيَابِ , ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب ب
Artinya: “Hendaknya memakai pakaian yang terbaik, terutama pakaian putih dan berjilbab.” Jika ia hanya mempunyai satu potong pakaian, tidak ada alasan mengapa ia memakainya. Aturan ini berlaku bagi pria yang ingin menghadiri salat Idul Fitri dan yang tidak. Sedangkan bagi wanita, cukup menggunakan pakaian biasa seperti pakaian sehari-hari dan tidak terlalu banyak memakai pakaian atau parfum. “
7. Seluruh umat Islam dianjurkan untuk menghadiri salat Idul Adha, baik tua, muda, tua, anak-anak, laki-laki maupun perempuan. Bahkan wanita yang sedang hamil pun diperintahkan untuk ikut serta oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini diriwayatkan oleh Ummu ‘Athiyah al-Ansariyah, beliau berkata:
“Rasulullah bersabda agar kita mengikutsertakan remaja putri, ibu hamil, dan ibu-ibu yang isolasi. Hendaknya ibu hamil tidak memasuki tempat salat melainkan menyaksikan kebaikan hari raya dan khutbah yang disampaikan guru kepada kaum muslimin.” (HR. Ahmad)
8. Cara berjalan yang berbeda setelah shalat Idul Fitri Dianjurkan untuk berjalan dengan cara yang berbeda setelah shalat Idul Fitri, sesuai dengan riwayat: “Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat Idul Fitri, beliau mengambil jalan yang berbeda ketika. berangkat dan kembali ke rumah.” (HR Al Bukhari).
9. Akan ada keceriaan dalam merayakan Idul Adha. Pembunuhan ini dilakukan setelah salat Idul Fitri. Yang dikurbankan adalah hewan ternak seperti kambing dan sapi. Disunnahkan berkurban bagi yang mampu. Seperti dalam Hadits Imam Bukhari dan Imam Muslim yang mengatakan bahwa Rasulullah menyembelih dua ekor domba yang bersih dan bertanduk baik.