Jakarta, Beritasatu.com – Penjualan mobil listrik atau EV (kendaraan listrik) di Indonesia secara bertahap dikurangi. Pengurangan penjualan disebabkan oleh perbedaan 1000 poin per bulan hingga Juni 2025.
Read More : Menpar Widiyanti dan Raffi Ahmad Bahas Kolaborasi untuk Promosi Pariwisata Indonesia
Sekretaris Jenderal Uni Mobil Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara mengatakan bahwa meskipun ada penurunan mobil EV, pangsa pasar mobil listrik di Indonesia masih sangat besar dalam penjualan semua jenis mobil.
“Ini mungkin pertama kalinya, kami melihat penurunan penjualan mobil listrik, tetapi ketika dipertimbangkan sepenuhnya, pangsa pasar telah mencapai 10 % dari total penjualan kendaraan bermotor di Indonesia,” kata Kukuh kepada Investor Pasar Rubrik Today pada hari Selasa (1/7/2025).
Ternyata mobil listrik EV runtuh dalam tiga bulan terakhir dari Maret 2025.
Kukuh menjelaskan, “Penurunan penjualan mobil secara bertahap sebesar 7.000 poin, kemudian turun 6.000 poin pada bulan Mei. Jadi kelulusan turun,” Kukuh menjelaskan.
Read More : Rayakan Pernikahan Ke-25, David Beckham dan Victoria Tampil Serba Ungu
Terlepas dari penurunan penjualan mobil EV, Gaikindo tetap optimis karena situasi disfungsi industri benar -benar menghadapi tekanan. Menurutnya, peningkatan Mei jauh lebih rendah daripada keadaan normal penjualan mobil Indonesia.
“Untuk penurunannya, jika kita bukan hanya mobil listrik, tetapi secara keseluruhan industri kita masih menghadapi tekanan,” kata Kukuh.