Jakarta, Beritasatu.com – Air laut kembali menerjang sebagian besar wilayah Jakarta. Salah satu dampak terbesar dari banjir adalah risiko kendaraan, terutama mobil, terdampar atau sembarangan memasuki genangan air.

Read More : 67 Desa di Kabupaten Rembang Kesulitan Air Bersih

Banjir yang disebabkan oleh kombinasi air laut tinggi dan kondisi cuaca menambah permasalahan yang dihadapi Jakarta.

Banyak pengemudi yang lalai melewati banjir tanpa menyadari bahaya yang menanti mereka, karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada kendaraan mereka.

Apa saja bahaya mobil jika terkena air laut? Penjelasannya ada dibawah ini.

1. Kerusakan Mesin Salah satu resiko terbesar saat mobil tercebur banjir adalah kerusakan mesin. Jika kedalaman air tinggi, mesin dapat mengalami hydrolocking atau penguncian karena air masuk ke dalam silinder mesin melalui sistem pemasukan udara.

Hal ini dapat menyebabkan piston macet dan motor mati. Kerusakan akibat hydrolocking sulit diperbaiki dan memerlukan biaya perbaikan yang sangat tinggi.

2. Kerusakan pada Kiriman Meskipun beberapa kiriman lebih tahan air, namun kiriman tersebut tidak dirancang untuk terendam air. Cairan bertekanan tinggi dapat mengalir ke dalam pernafasan transmisi sehingga merusak lapisan transmisi dan pelumas di dalamnya.

Akibatnya, transmisi bisa rusak total atau gigi selip sehingga menyebabkan kerusakan serius pada sistem transmisi kendaraan.

3. Kerusakan pada ban dan rotor Dalam keadaan normal, ketika mobil terendam air setelah terjadi tabrakan, rotor mobil dapat berputar panas akibat perpindahan panas yang ekstrim.

Hal ini menimbulkan getaran pada saat pengereman dan dapat menimbulkan suara-suara yang mengganggu pada saat pengereman. Kerusakan pada rotor dan bantalan rem meningkatkan risiko kecelakaan akibat kinerja rem yang buruk.

4. Masalah suspensi Suspensi mobil yang berfungsi meredam guncangan dan menjaga kenyamanan berkendara, bisa rusak jika terkena air laut.

Read More : Cuaca Hari Ini: Hujan Guyur Jakarta sejak Pagi

Air dapat mengikis pelumas pada link suspensi dan menyebabkan karat bagian depan yang dapat merusak komponen suspensi mobil. Keausan sering kali sulit dikenali hingga mobil mengalami masalah serius.

5. Masalah kelistrikan Pengoperasian kendaraan modern yang baik sangat bergantung pada sistem kelistrikan dan sensor. Berkendara di cuaca basah dapat merusak berbagai komponen kelistrikan, seperti sistem pengereman, transmisi, pemanas kursi, dan AC. Kerusakan ini bisa sangat mahal untuk diperbaiki dan dapat mempengaruhi banyak fungsi kendaraan.

6. Kerusakan Interior: Air yang masuk ke dalam garasi dapat merusak interior kendaraan. Itu bisa masuk ke dalam mobil dan membasahi jok dan lantai.

Noda dapat timbul di dalam mobil jika mobil dibiarkan terlalu lama di dalam air, sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan kerusakan serius pada interior yang memerlukan perbaikan.

7. Sampah dan Korosi: Garam yang terdapat pada air laut dapat menyebabkan korosi pada bodi mobil, sasis dan komponen logam lainnya. Proses ini merusak umur mobil dan dapat merusak bagian logam secara permanen.

8. Bahaya Tersapu Arus Selain bahaya mobil, bahaya berkendara di laut juga berkaitan dengan bahaya banjir. Jika kedalaman air lebih dari 30 cm, mobil bisa hancur sehingga mengancam keselamatan pengemudi dan penumpang. Dalam hal ini, mobil dapat terguling atau bergerak terlalu jauh sehingga menimbulkan situasi berbahaya.

Kerusakan mobil sangat tinggi jika terjadi banjir bandang dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada berbagai bagian mobil. Selain itu, bahaya keselamatan bagi pengemudi dan penumpang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, penting untuk menghindari mengemudi saat air laut sedang mendekat.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *