Kyiv, Beritasatu.com – Ukraina menuduh Rusia menembakkan dua rudal balistik ke sasaran di kota Poltava, menewaskan sedikitnya 41 orang.
Read More : Aryaduta Bali Gelar Hari Kebugaran dan Kegembiraan, Tawarkan Beragam Kegiatan untuk Segala Usia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyi mengatakan pada Selasa (3/9/2024) bahwa Rusia meluncurkan dua rudal balistik ke kota Poltava yang terletak sekitar 110 kilometer dari perbatasan Rusia.
Zelinsky mengatakan roket menghantam pusat pelatihan militer dan rumah sakit di dekatnya, menewaskan sedikitnya 41 orang dan melukai lebih dari 180 orang. Sejak awal konflik, Rusia menderita salah satu kerugian terbesar di wilayah Ukraina.
Gedung Akademi Penerangan Militer di Poltava hancur sebagian. Banyak orang terjebak di bawah reruntuhan, beberapa berhasil diselamatkan,โ kata Presiden Ukraina.
Presiden Zielinski juga memerintahkan penyelidikan penuh dan segera atas insiden tersebut. Namun dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan dua roket menghantam gedung-gedung tak lama setelah sirene serangan udara dibunyikan ketika orang-orang menuju tempat berlindung.
Tim penyelamat menyelamatkan 25 orang, 11 di antaranya berhasil diselamatkan dari reruntuhan, kata badan tersebut.
Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari serangan rudal tersebut.
Read More : Putin Perintahkan Militer Rusia Tambah Pasukan untuk Serang Ukraina
Sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2022, Rusia dan Ukraina terus saling serang. Moskow baru-baru ini melancarkan beberapa serangan skala besar, termasuk peluncuran lebih dari 100 rudal dan 100 kendaraan udara tak berawak (UAV) terhadap fasilitas energi di Kyiv pada 26 Agustus.
Setelah serangan terakhir, Presiden Zelensky terus meminta mitra Barat untuk segera memberikan bantuan militer ke Ukraina, termasuk senjata antipesawat.
Dia telah berulang kali mengkritik Amerika Serikat dan negara-negara Eropa karena lambat dalam memenuhi komitmen bantuan mereka. Para pemimpin Ukraina juga ingin Washington dan sekutunya mencabut sanksi atas penggunaan senjata untuk menyerang wilayah Rusia, yang dikhawatirkan Barat dapat meningkatkan konflik.
Zelensky mengatakan saat ini Ukraina membutuhkan sistem pertahanan udara dan rudal.ย
โKita harus bisa melancarkan serangan jarak jauh untuk membela diri, bukan di masa depan. Tiap hari tertunda, semakin banyak nyawa yang hilang,โ ujarnya.