Jakarta, Beritatu.com – Zulkifli Hasan, Menteri Koordinasi Sektor Pangan (Menko Food) menekankan bahwa pemerintah menolak proposal Kementerian Industri (Kemenperin) pada rencana impor jagung, yang mendukung pembukaan industri produksi. Penolakan ini didasarkan pada Indonesia dan saat ini memasuki tanaman jagung.
Read More : Pohon Besar Tumbang Timpa 3 Mobil di Senen Jakpus
Itu disiarkan oleh Zulhas setelah pertemuan koordinasi Kantor Makanan Kemeko di Kantor Makanan Kemeko (16.05.2016) di markas Jakarta. Dia menyebutkan bahwa proposal impor adalah 3000 ton untuk industri jagung yang diproses.
“Sebelumnya, Kementerian Industri adalah proposal untuk impor jagung industri. Tapi saya tidak setuju karena saat ini dipanen. Faktanya, tidak hanya sekitar tiga ribu ton,” katanya pada konferensi pers setelah pertemuan koordinasi.
Zulhas menjelaskan bahwa, meskipun kebutuhan akan jagung industri tetap, pemerintah berkomitmen untuk menyerap pemanenan rumah tangga. Saat ini, pemerintah terus mencoba mencapai harga pembelian pemerintah (HPP) 5500 rp / kilogram RP dari petani.
“Panen, tetapi di beberapa daerah, harga jagung belum mencapai Rp 5500. Masing -masing pemerintah dihentikan untuk mencapai harga,” Zulhas menjelaskan.
Namun, upaya untuk menyerap efisiensi petani dibatasi oleh deposit penyimpanan terbatas. Saat ini, sebagian besar deposit telah diisi dengan pengiriman beras nasional yang mencapai 3,7 juta ton.
Read More : Sebelum Wakili Indonesia Ikut Mr Olympia 2024, Chris Putra Ternyata Pernah Jadi OB hingga Pengamen
“Kami memang terbatas pada gudang, karena set beras kami baru saja mencapai 3,7 juta ton. Deposito penuh,” katanya.
Oleh karena itu, Zulhas menekankan bahwa pemerintah tidak membuka impor jagung dalam waktu dekat.
“Meskipun jumlahnya kecil dan kebutuhan industri, kami tidak mampu membayar impor jagung karena kami memanen,” katanya.