Surabaya, Beritasatu.com – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan bereaksi keras atas pengumuman bergabungnya Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming ke pemerintahan Raka.
Read More : Panas Dan Antrean Panjang: Ribuan Lansia Rela Berdesakan Demi Kartu Transportasi Gratis!
Pria yang disapa Zulhas ini merupakan proses lumrah yang terjadi pasca Pemilihan Presiden (Pilpress) 2024.
“Jangan dianggap hidup dan mati, wajar saja kalau yang kalah ikut menang, kemarin saya kalah lalu saya gabung Pak Jokowi,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Penafsiran Halalbihalal dan Pilkada 2024 di Surabaya, Selasa (30/4). /2024) Antara melaporkan.
Zulkhas tak khawatir penggabungan Nasdem dan PKB akan berdampak pada jumlah jabatan menteri yang didapat PAN.
Dia memperkirakan, pentingnya penunjukan menteri yang utama adalah memikirkan upaya dan pengambilan kebijakan sebagai langkah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Iya biasa saja, kalau saya minta jatah atau kepentingan Indonesia, kita pilih kepentingan Indonesia,” tegasnya.
Sebelumnya, partai pendukung Prabovo-Gibran yang tergabung dalam Koalisi Progresif Indonesia (KIM) menegaskan tak keberatan dengan penggabungan Nasdem dan PKB.
Read More : Ini Aturan Menerbangkan Drone dan Sanksinya Jika Melanggar
Menurut Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasko Ahmad, KIM menaruh kepercayaan penuh pada Prabowo untuk menambah mitra koalisi dan membentuk kabinet.
Sahabat Koalisi Indonesia Maju percayakan sepenuhnya kepada presiden terpilih untuk menambah teman koalisi baru kemudian membentuk Kabinet, kata Dasco Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kartanegara 4, Kebaoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/4/2924). ).
Menurut Dasco, langkah Prabowo mendirikan partai koalisi sudah disampaikan kepada KIM. Saat ini, kata dia, PKB dan Nasdem sudah sepakat bergabung dengan KIM.
“Sebagaimana diketahui rekan-rekan jurnalis, kami sudah melakukan pertemuan dan sepakat bekerja sama dengan PKB dan sebelumnya dengan Nasdem,” kata Dasco.