Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Ukraina Vrokimire Jelnky – ketika ditanya ketika diminta untuk meminta maaf kepada Donald Trump, ketika ditanya, ketika ditanya, ketika ditanya, dia menekankan bahwa dia salah.

Read More : Kena Reshuffle Kabinet, Harta Kekayaan Satryo Brodjonegoro Capai Rp 46 Miliar

Trump dan Jensky membahas pada pertemuan yang kuat di Gedung Putih pada hari Jumat (23/21). Pertemuan itu pertama kali membahas kerja sama dalam industri mineral antara dua negara.

“Saya pikir kita perlu berbicara dengan jujur โ€‹โ€‹dan dengan orang -orang dengan jujur. Dan saya tidak bisa melihat apa yang saya lakukan,” Jelsky dalam wawancara dari Foxes yang dibawa pada hari Sabtu (1/3/21).

Zellski mengatakan itu bukan untuk kedua belah pihak. Dia juga menekankan kehormatan Trump dan Amerika Serikat.

Jensky berterima kasih kepada Trump dan Kongres Amerika Serikat atas bantuannya dalam perang melawan Rusia. Dia menekankan bahwa Ukraina dan Amerika Serikat harus berada di kemah.

“Penting untuk menghentikan ini (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” katanya.

Selain itu, ia menekankan kesiapan kesiapan Ukraina untuk membuat perjanjian, yang mungkin menjadi langkah pertama dalam menerima jaminan keamanan. Tapi dia menyangkal gagasan kecemburuan, bukan dengan jaminan perlindungan yang jelas.

Read More : Syarikah Haji Bingungkan Jemaah, Kemenag Diminta Nego ke Arab Saudi

“Ini adalah masalah yang sangat sensitif bagi orang -orang kami, yang akan terus mendapatkan keuntungan dan bantuan kami,” kata Jenskiy.

Selain itu, Zelni menekankan bahwa ia ditekankan bahwa ia tidak dapat mengubah pandangan Ukraina tentang Ukraina.

“Mereka membunuh orang -orang kami.”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *