Jakarta, Beritasatu.com – Musisi Yovi Widianto menilai Indonesia memiliki potensi besar di industri perhotelan karena sumber daya alam yang melimpah dan keberagaman masyarakat. Menurut Yow, sektor perhotelan bisa menjadi andalan perekonomian Indonesia jika seluruh elemen bangsa bahu-membahu memperkuat narasi mengenai industri tersebut.
Read More : Dow Jones Cetak Rekor Baru
Hal itu diungkapkan Yowi dalam diskusi bertajuk “Hospitality Industry: A New Driving Force for Indonesia’s Economic Growth” pada acara BNI Investor Daily Summit 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Beberapa pembicara lain turut serta dalam diskusi tersebut, antara lain Chairman Engerni Donnie Oscar, Digital and Integrated Transaction Banking PT Bank Negara Indonesia Hussain Paolo Cartadjomena, dan Direktur Komersial, Konvensi, dan Pameran Agung Sedayu Group Ryan Adrian.
Yovi menekankan pentingnya kesadaran massa bagi perkembangan industri berbasis perhotelan ini.
“Industri perhotelan sangat penting jika seluruh aspek bangsa mempunyai kesadaran yang sama. Kita perlu menyusun strategi promosi yang tepat. Mengapa Korea penting? Mengapa kampanye kuliner Thailand terkenal di dunia? Padahal, Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan beragam. destinasi wisata,” – kata Yovi.
Selain infrastruktur dan fasilitas yang memadai, Yowi mengatakan Indonesia sebaiknya memutuskan untuk fokus mengembangkan sektor perhotelan. Fokus tersebut harus diperkuat dengan narasi yang kuat untuk memposisikan Indonesia secara unik di dunia internasional.
Read More : Investor Asing Masuk Ke Pasar Properti Indonesia
“Selain penyediaan ruang dan infrastruktur, kita harus lebih fokus. Pertama, kita harus memilih apa yang ingin kita jual. Saya melihat narasinya lemah karena positioning kita kurang kuat,” tambah Yovi.
Ia menekankan pentingnya kemudahan perizinan dan kerja sama lintas sektor dalam pengembangan industri perhotelan. Menurut dia, semua pihak mulai dari promotor hingga pemilik hotel harus bekerja sama untuk menciptakan pengalaman nyaman bagi wisatawan.
Promotor harus bekerja sama dengan hotel dan sektor lainnya. Semua lembaga publik harus didukung, terutama untuk acara-acara besar seperti konser. Sayang sekali jika potensi besar yang dimiliki Indonesia tidak dikembangkan, namun banyak masyarakat Indonesia yang memilih menonton konser di luar negeri, seperti Melbourne, Bangkok. Atau Singapura,” pungkas Yovi.