Jakarta, Beritasatu.com – Menurut anggota Komisi, Yassona, program ini lebih realistis dibandingkan program Rp 100 juta yang diajukan Menteri Pigay.

Read More : Tak Membalas WhatsApp, Kakak di Gresik Temukan Adik Gantung Diri

“Uang 100 juta rupiah tiap kelurahan jangan khawatir. Dulu kita punya program kabupaten yang peduli HAM. Tinggal diperbaiki, rambu-rambunya diperjelas,” kata Yasonna Laoli dari Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Kamis lalu. (31/10/2024).

Jasonna mengatakan, Kemenkeu boleh saja memberikan penghargaan kepada desa-desa yang peduli terhadap HAM. Menurutnya, hal ini akan mendorong daerah untuk menjaga hak asasi manusia.

โ€œMisalnya di daerah tidak ada kekerasan atau anak di bawah umur tidak bekerja, dan sebagainya,โ€ jelasnya.

Selain itu, Yassona juga menyarankan agar Kementerian HAM dapat berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memahami kurikulum hak asasi manusia. Kurikulum ini dapat digunakan mulai dari sekolah dasar.

Read More : Di Kongres PAN, Prabowo Kaget Ternyata “Bersaudara” dengan Zulhas

“Saya dorong lebih dari pembukaan perguruan tinggi. Hanya kerja sama dengan Kemendikbud. Kita akan menerapkan kurikulum yang mengakui perlunya penghormatan HAM mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah,” usulnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *