Badung, Beritasatu.com – World Water Forum (WWF) ke-10 telah membentuk Asia-Pacific Center of Excellence (CoE) bidang air dan keberlanjutan iklim.
Read More : Marak Kasus Pelecehan oleh PPDS, Menkes Tegas Lakukan Perbaikan!
Dwikorita Karnawati, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (UNEP), mengatakan CoE merupakan platform kerja sama antar negara di selatan yang kerap menghadapi permasalahan air terkait bencana dan pengelolaan air.
“Kolaborasi dan kerja sama adalah hal terpenting dalam CoE. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, swasta, dan ilmuwan,” kata Dwikorita Karnawati pada Sesi Spesial WWF ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center 2 (BNDCC 2) pada Jumat (23/5/2024).
Dwikorita menekankan pentingnya kerja sama untuk memanfaatkan berbagai sumber daya, pengetahuan dan teknologi yang diperlukan untuk mengatasi masalah air dan iklim secara efektif.
Selain itu, sebagai negara kepulauan, Indonesia juga menghadapi permasalahan lingkungan dan iklim. Meski menghadapi banyak tantangan dalam 30 tahun terakhir, Indonesia terus mengembangkan teknologi dan penelitian.
Menurut Dwikorita, setiap negara mempunyai CoE masing-masing. Misalnya saja dengan CoE Udara dan Cuaca, Indonesia mengintegrasikan informasi sumber daya manusia dan mendapat dukungan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).
“Selama lebih dari 13 tahun telah hadir sentra sabun yang memperkenalkan teknologi sabun kepada wirausaha muda di Asia Pasifik dan Afrika,” ujarnya.
Read More : Langgar Kode Etik, Ahmad Dhani Bakal Langsung Minta Maaf ke Rayen Pono
Sabo berasal dari dua kata dalam bahasa Jepang, “sa” yang berarti pasir dan “bo” yang berarti kekuatan. Teknik Sabo merupakan teknik yang digunakan untuk memprediksi aliran sedimen dan memantau sedimentasi pada bentang alam, khususnya aliran sungai pegunungan.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Menteri Teknologi, Industri, dan Lingkungan Hidup Endra S Atmavidjaja mengatakan CoE merupakan jawaban permasalahan global.
Melalui pembentukan Uni, Indonesia bermaksud memperkuat Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS). Selain itu, negara-negara selatan akan menghadapi masalah banjir, sedimentasi sungai, dan pengelolaan air.