Jakarta, Beritasatu.com–Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mengadakan pertemuan dengan Alat Kemanusiaan (TFH), manajer aplikasi dunia, ID dunia dan aplikasi Worldpoin. Pertemuan ini diadakan sebagai pemantauan dalam pengumpulan data biometrik melalui pemindaian retina yang telah mencapai 500.000 data. 

Read More : Partai Buruh Dukung Prabowo-Gibran Wujudkan Negara Sejahtera

Manajer umum perusahaan yang dihibur oleh pengawasan ruang digital, Aleksandar Sabar mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai aspek kepatuhan operasional dan hukum dari aplikasi dunia, dunia dan layanan dunia di Indonesia.

“Poin utama yang dibahas termasuk aliran ekosistem bisnis dan produk, serta penilaian kesesuaian TFH dengan peraturan perlindungan data pribadi di Indonesia,” kata Aleksandar Sabar pada hari Sabtu (10/10/2025).

Menurutnya, diskusi juga termasuk praktik memberikan insentif keuangan dalam pengumpulan data pribadi dan keamanan data pengguna, terutama terkait dengan pemindaian retina.

Percakapan kami juga menyentuh aspek kepatuhan terhadap kewajiban pendaftaran sebagai penyelenggara sistem elektronik (anjing), serta batas -batas tanggung jawab antara entitas di ekosistem TFH.

Pemerintah juga telah menerima informasi bahwa TFH telah menghentikan semua kegiatan pemindaian retina yang sebelumnya telah menjalankan enam operator mereka di Indonesia. Berdasarkan laporan tersebut, TFH mengatakan telah mengumpulkan lebih dari 500.000 pengguna dari pengguna di Indonesia.

Read More : Truk Tabrak Angkot di Jalur Sukabumi-Cianjur, 8 Terluka dan 1 Tewas

Kemenkomdigi didedikasikan untuk pemeliharaan privasi masyarakat dan penyelenggara asuransi sistem elektronik sesuai dengan peraturan yang berlaku, terutama terkait dengan keamanan dan manajemen data pribadi.

“Di sini kami menekankan bahwa hasil klarifikasi ini akan dipertimbangkan secara internal dan disertai dengan analisis teknis aplikasi dan peninjauan Kebijakan Privasi untuk Kemanusiaan,” kata Aleksandar. 

Dikenal, WorldCoin memiliki platform digital untuk dompet untuk aplikasi global digital yang sudah memiliki satu juta pengguna aktif. Keberadaannya viral di media sosial, seperti yang dipakai banyak orang untuk memindai retina untuk mendapatkan uang ke RP. 800.000. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *