Probolinggo. . 

Imbauan ini menanggapi kabar mulut ke mulut tiga warga negara asing (WNA) yang melakukan perbuatan tercela seperti warga Swiss yang menabrak mobil jeep saat mengunjungi Gunung Bromo beberapa waktu lalu.

Kapolres Probolinggu AKBP Wisnu Wardana, Jalan Kasatbinmas, Iptu Purwo Sudar Utomo mengatakan kawasan wisata Gunung Bromo merupakan kawasan keramat bagi masyarakat suku Tanggar dan wajib dihormati oleh semua orang. 

“Ada beberapa tempat yang diimbau polisi, antara lain pintu masuk Bromo, Otan Pasir, dan pintu masuk Bukit Taltobi,” jelas Poro, Selasa (4 Juni 2024). 

Poro mengatakan, pihaknya mengimbau seluruh wisatawan untuk selalu menjaga etika dan menaati norma kesusilaan di Gunung Bromo. 

“Kami berharap wisatawan dan penyedia jasa pariwisata menghormati privasi orang lain dan tidak menyebarkan konten yang tidak pantas,” ujarnya.

Poro menyebutkan, perbuatan asusila berupa fotografi dan videografi yang melanggar norma kesusilaan tidak hanya melanggar norma sosial dan moral.

Purwo mengatakan, jika hal itu terjadi, bisa jadi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang berlaku di Indonesia.

“Dengan menjaga Gunung Bromo tetap nyaman dan indah maka akan semakin banyak wisatawan yang datang dan perekonomian penyedia jasa pariwisata juga dapat meningkat,” pungkas Inspektur Poro.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *