Jakarta, Beritasatu.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau jemaah haji di Arab Saudi terkait penularan penyakit Middle East Respiratory Syndrome Virus Corona (MERS-CoV).
Read More : Piala AFF 2024: Ini Susunan Pemain Myanmar vs Indonesia
Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Arab Saudi (KSA), dilaporkan tiga kasus baru MERS-CoV pada 10 hingga 17 April 2024, salah satunya mengakibatkan kematian.
MERS-CoV merupakan virus zoonosis yang dapat menyebar antara hewan dan manusia. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan hewan yang tertular.
Unta terbukti menjadi sumber utama virus ini di Timur Tengah. MERS-CoV juga dapat menular dari orang ke orang melalui batuk. Namun, virus ini mungkin tidak terlalu menular kecuali melalui kontak dekat antarmanusia.
MERS-CoV telah diidentifikasi pada dromedaris dari beberapa negara di Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan. Secara keseluruhan, kasus penyakit ini telah dilaporkan di 27 negara sejak tahun 2012, dengan 858 kematian akibat infeksi dan komplikasi terkait.
Gejala utama MERS-CoV mirip flu dan berkembang 2 hingga 14 hari setelah terpapar. Gejalanya bisa ringan atau berat.
Oleh karena itu, kenali gejala umum berikut ini agar segera mendapat penanganan, seperti dikutip NHS, Senin (13/5/2024).
1. Sesak napas Sesak napas merupakan gejala umum infeksi MERS-CoV, karena virus menyerang sistem pernapasan. Pada beberapa kasus, sesak napas bisa sangat parah, bahkan menyebabkan gagal napas sehingga memerlukan penanganan medis darurat.
2. Demam Demam merupakan respon alami tubuh terhadap infeksi, termasuk MERS-CoV. Menaikkan suhu tubuh merupakan upaya tubuh melawan virus dengan cara menaikkan suhu tubuh sehingga menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi virus.
3. Batuk dengan atau tanpa darah. Batuk merupakan respons tubuh terhadap kotoran atau lendir bening yang menumpuk akibat infeksi saluran pernapasan. Bila terjadi infeksi serius pada paru-paru, misalnya pada kasus MERS-CoV, batuknya bisa parah bahkan sampai mengeluarkan darah.
4. Sakit Tenggorokan Sakit tenggorokan juga merupakan gejala umum dari berbagai jenis infeksi virus, termasuk MERS-CoV. Hal ini mungkin disebabkan oleh peradangan atau iritasi pada sistem pernapasan akibat infeksi virus.
Read More : Terkuak Harga Cincin yang Dipakai Syahrini saat Umumkan Kehamilan, Tembus Rp 24 Miliar!
5. Nyeri otot dan perut Seringkali nyeri otot dan perut terjadi sebagai respons tubuh terhadap infeksi. Reaksi ini bisa disebabkan oleh peradangan atau respons sistem kekebalan tubuh terhadap virus.
6. Muntah Beberapa pasien MERS-CoV mungkin muntah sebagai respons terhadap infeksi virus atau akibat gangguan pencernaan yang disebabkan oleh infeksi tersebut.
7. Diare Diare adalah gejala pencernaan yang umum terjadi pada banyak infeksi virus, termasuk MERS-CoV. Gejala tersebut bisa disebabkan oleh respon tubuh terhadap infeksi atau gangguan langsung pada sistem pencernaan.
8. Sakit Kepala Sakit kepala adalah gejala umum dari banyak kondisi kesehatan, termasuk infeksi virus seperti MERS-CoV. Hal ini bisa disebabkan oleh peradangan, peningkatan suhu tubuh, atau respons tubuh terhadap infeksi.
FYI, pasien dengan kasus yang lebih parah bisa saja terkena pneumonia, dimana paru-parunya membengkak dan terisi cairan sehingga menyebabkan kesulitan bernapas yang parah. Gagal napas, kerusakan ginjal, dan demam tinggi juga merupakan komplikasi serius yang dapat terjadi pada kasus MERS-CoV yang parah.
Sayangnya, angka kematian akibat MERS-CoV cukup tinggi, terutama pada pasien yang sakit secara medis dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh membuat seseorang berisiko lebih besar terkena penyakit serius dan kematian akibat infeksi.