Jakarta, Beritasatu.com – Setelah menyerang Iran pada akhir pekan lalu, Iran tidak membiarkan Israel pergi begitu saja. Iran akan merespons secara tepat waktu dan terukur.

Read More : Profil Joey Pelupessy, Kekuatan Baru Lini Tengah Timnas Indonesia

“Republik Islam Iran tidak akan pernah mentolerir agresi rezim Zionis,” kata Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boljerdi kepada Beritasatu.com dalam wawancara eksklusif pada 29 Oktober 2024.

Dia mengatakan Iran meningkatkan serangannya terhadap Israel berdasarkan penilaian strategis terhadap kepentingan dan keamanan nasionalnya. “Respon Iran akan tepat waktu dan terukur.

Menteri Luar Negeri Mohammad Boljerdi mengatakan militer Iran menilai dengan cermat tindakan rezim Zionis. “Kami sepenuhnya siap dan secara efektif melawan serangan agresif musuh.

Ia mengatakan keberhasilan dan kewaspadaan pasukan pertahanan udara Iran menunjukkan kegagalan rezim Zionis dalam menghadapi Iran. “Israel telah gagal mencapai tujuannya,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kebijakan Republik Islam Iran terus melawan ketidakstabilan regional yang disebabkan oleh rezim Zionis. Dia mengatakan bahwa selama 45 tahun terakhir, posisi historis Iran adalah perlawanan yang tak tergoyahkan terhadap agresor mana pun.

Ia juga mengatakan sinyal politik mengenai kebijakan luar negeri menunjukkan kesiapan dan keterampilan militer Iran.

Kepala staf militer Iran mengumumkan pada Sabtu (26 Oktober 2024) bahwa jet tempur Israel menembakkan rudal dari wilayah udara Irak 112 kilometer dari wilayah perbatasan. Rudal-rudal tersebut menargetkan pangkalan militer di negara tersebut.​

Read More : KAI Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga Tiket Kereta Api Usai Lebaran

Iran mengatakan beberapa sasaran militer terkena serangan, namun kerusakannya kecil dan dapat diperbaiki dengan cepat.​

Tiga serangan udara Israel menghantam sekitar 20 sasaran di wilayah Iran dengan rudal dan drone selama Operasi Hari Pertobatan, media Amerika dan Israel melaporkan, mengutip sumber anonim.​

Serangan Israel ke Iran akhir pekan lalu merupakan respons atas serangan rudal Iran pada 1 Oktober 2024.​

Iran mengatakan serangan itu merupakan respons terhadap pembunuhan mantan pemimpin politik Hamas Hassan Nasrallah di Beirut Juli lalu.​

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *