PEKANTBARU, BERITASATU.COM – Ribuan sapi di enam daerah/kota Riau menerima vaksin untuk mencegah penyebaran penyakit oral dan kuku (PMK). Enam Wilayah – Hulin Indragirs dengan 947 dosis vaksin, dosis Indragiri Hiller 60, Kampar 1000 Cans, menunggu 573 bank, 223 dosis berpikir 350 dan vaksin provinsi di Riau.
Read More : Penjualan Mobil Turun, Seva: Perlu Kolaborasi Digital dan Program Khusus
Kepala Departemen Kesehatan Hewan dan Kesehatan Hewan (PCG) Riau Faralind Sarah telah menunjukkan total 68 kasus ternak yang merekam PMK di Riau. Sebagian besar kasus terjadi pada masa pemerintahan Hul Indragir, sedangkan Rockan Hul adalah yang paling sedikit.
“Ada 26 kasus di Hul Indragir,” kata Faralind di Beritasatu.com, Jumat (27 Juli 2025).
Faralind juga menjelaskan bahwa kedua daerah di Riau, yaitu kota Pecantbar dan kota Modi, memiliki transmisi PMK yang tinggi di atas transportasi sungai yang tinggi di dua daerah.
“Sampai 5 Februari 2025, kasus 68 pmk dicatat di Riau, dan 30 dari mereka ditemukan, yang berarti bahwa hampir 50 persen disembuhkan. Tidak ada laporan sapi yang meninggal karena PMK di Riau.” Dia menjelaskan.
Untuk mencegah penyebaran penyakit oral dan kuku, Kantor Provinsi Riau pada bulan Januari menyebarkan ribuan dosis vaksin. Sebanyak 2839 bank dibagi menjadi lima distrik/kota.
Read More : D-Futuro Futurist Summit 2024 Resmi Digelar, Pamerkan Inovasi Terkini Berbagai Bidang
“Kami menyebarkan 3249 dosis vaksin di enam distrik/kota, yaitu SIAC, Think, Pekanbar, Hulur Indragiri, Indragiri Hiller dan Campar. Kami fokus pada distribusi vaksin dalam laporan. Kasus dalam kasus ini,” tambah Faralind.
Vaksinasi di beberapa aturan/kota RIAU belum selesai. Kantor Riau PKH kembali menerima 12 475 dosis vaksin bulan ini. Rencana, semua vaksin dibagi menjadi 12 distrik/kota Riau.
“Sejak Februari dan Maret 2025, kami telah terbukti vaksinasi pada oral dan kuku, kami ditujukan untuk vaksinasi ini, yang harus diselesaikan pada Februari 2025,” kata Faralind.