Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah berencana segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur perlindungan anak terhadap dampak negatif game online.
Read More : Review Film The Bikeriders, Keindahan Visual Tak Menggugah Emosional
Tujuannya untuk mengurangi kasus kejahatan seperti pornografi, perundungan dan pelecehan seksual yang sering menimpa anak-anak yang kecanduan game online.
Meski game online kerap dijadikan pelampiasan saat stres, namun kecanduan yang diakibatkannya dan dampak negatifnya tidak bisa diabaikan begitu saja. Berikut tujuh dampak kecanduan game online terhadap otak, dilansir dari laman National Center for Biotechnology Information (NCBI), Jumat (19/4/2024).
1. Dopamin berlebihan Dopamin adalah neurotransmitter penting di otak, yang terlibat dalam sistem penghargaan, motivasi, dan perhatian. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa hingga 23% remaja menunjukkan gejala kecanduan judi. Stimulasi berlebihan pada sistem penghargaan dapat menyebabkan peningkatan dopamin dan peningkatan toleransi, sehingga mendorong gamer untuk bermain lebih sering.
2. Desensitisasi Emosional Judi dapat meredakan emosi negatif dengan menekan aktivitas amigdala, bagian otak yang mengendalikan emosi negatif. Namun, hal ini juga dapat mengganggu sistem pembelajaran otak dengan menghambat respons emosional yang sehat terhadap situasi tertentu.
3. Kontrol Pikiran yang Terbatas Bermain di lingkungan yang beracun dapat memicu penyebaran perilaku negatif, seperti pelecehan dan perundungan. Hal ini dapat merugikan tidak hanya bagi pemainnya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
4. Pengaruh terhadap konsentrasi Terlalu banyak bermain game dapat mengganggu konsentrasi aktivitas lain dalam kehidupan sehari-hari. Pemain mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi pada tugas sekolah atau pekerjaan, dan cenderung terus memikirkan permainan saat mereka tidak sedang bermain.
Read More : Kreator Hwang Dong-hyuk Ungkap Alasan Akhiri Squid Game di Musim Ke-3
5. Masalah pengendalian emosi Kecanduan judi dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi, terutama ketika menghadapi kekalahan dalam suatu permainan. Hal ini dapat menyebabkan frustrasi dan kesulitan mengelola emosi.
6. Kesulitan pengendalian diri Kecanduan judi online dapat meningkatkan risiko perilaku impulsif dan berisiko, seperti perjudian online dan pengeluaran uang yang tidak perlu. Hal ini tentu mengganggu kemampuan mengendalikan diri dan mengambil keputusan secara bijak.
7. Dampak terhadap Perkembangan Otak Kecanduan game pada anak dan remaja dapat mengganggu perkembangan otak akibat paparan rangsangan yang berlebihan pada game online. Hal ini dapat mengganggu proses pembelajaran dan tumbuh kembang yang sehat.