Sidoarjo, Beritasatu.com – Kasus demam berdarah dengue (DBD) terus meningkat di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Hingga Mei 2024, Dinas Kesehatan Chidorjo (Tinks) mencatat total 163 kasus DBD di kecamatan tersebut.

Read More : iPhone 16 dan 16 Plus Dibekali Chipset A18 dan Pertahankan Layar Lama

Informasi yang dihimpun, satu orang meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti di Kecamatan Waru.

Melihat situasi tersebut, Ianto Lipu, Pj Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Chitorjo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan demam berdarah melalui 3M Plus yaitu tangki drainase. Tutup wadah air dengan rapat dan daur ulang bahan-bahan bekas yang dapat menampung air.

โ€œLakukan upaya lain seperti memelihara ikan pemakan nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur dan menggunakan obat nyamuk,โ€ ujarnya kepada wartawan, Senin (13/05/2024).

Ianto Lipu menambahkan, jika mengalami gejala demam berdarah seperti demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi, segeralah ke puskesmas terdekat (fasxi) untuk mendapatkan penanganan cepat.

Ia mengatakan, fogging juga dilakukan di beberapa kawasan tinggi DBD seperti Perumahan Surya Asri di Sidorjo. Sebelumnya, kompleks perumahan ini mencatat 7 hingga 8 kasus DBD di 3 wilayah RT setempat pada Maret hingga April.

Read More : Alamat Rumah Sarwendah Ditemukan, Proses Sidang Cerai Dilanjutkan

Sementara itu, Ketua RT 44 Perum Surya Asri mengimbau masyarakat turut serta dalam pemberantasan nyamuk dengan menerapkan Fendri, l, 3M Plus dan mencari informasi edukasi mengenai tempat perkembangbiakan jentik nyamuk.

Ia mengatakan, kita semua harus bersama-sama menjaga kebersihan dan mencegah penyakit demam berdarah agar terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *