Way Kanan, Beritasatu.com – Warga Baradat, Way Kanan, Lampung dikejutkan dengan penemuan buah delima nanas di sebuah rumah kosong. Nanas delima yang ditemukan warga diyakini merupakan peninggalan zaman penjajahan Belanda.

Read More : Kurang Hati-hati, Wanita Tewas Terlindas Truk di Lombok Tengah

Pada Kamis (5/2/2024), buah delima nanas yang diyakini peninggalan zaman penjajahan Belanda ditemukan di sebuah rumah panggung tua di Desa Banjarmasin, Kecamatan Baradatu, Wei Kanan, Lampung.

Sebuah granat nanas aktif ditemukan warga Ianto saat hendak membongkar sebuah rumah tua. Rumah itu telah kosong selama 8 tahun dan tidak ada seorang pun di sana.

Ianto awalnya curiga saat melihat benda bulat mirip granat tergeletak di bawah rumah panggung tua. Penemuan buah nanas delima langsung membuat heboh warga Desa Banjarmasin.

Baik pemilik rumah maupun warga sekitar tidak mengetahui asal muasal buah delima tersebut. Warga menduga nanas delima sudah ada sejak lama, namun belum ada yang mengetahuinya.

Warga kemudian melaporkan penemuan granat nanas tersebut ke kepolisian kota. Polsek Baradat kemudian melaporkan penemuan granat nanas tersebut ke Satuan Mobil Polda Lampung.

Tim penjinak bom Gegan Satuan Mobil Polda Lampung tiba di lokasi ditemukannya granat tersebut dan langsung mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi pada Jumat (3/05/2024).

Frans (29), pemilik rumah, mengaku baru saja membeli rumah panggung dan hendak dibongkar.

Read More : Kritik Survei Celios, Bahlil Lahadalia: Transisi Energi Butuh Dana Besar Bos!

“Saya baru saja membeli rumah tua dan saya akan membongkarnya karena saya akan membangun yang baru karena sudah kosong selama 8 tahun,” kata Prancis pada Jumat (3/5) di lokasi ledakan granat. ditemukan. /2024).

Frans mengatakan, rumah panggung tua itu dibangun pada tahun 1940, pada masa penjajahan Belanda.

“Granat itu ditemukan oleh adik saya yang sedang membongkar lantai rumah. Setelah menemukan granat tersebut, adiknya langsung melaporkannya kepada saya,” kata France.

Tim penjinak bom Brimob Gegana mensterilkan lokasi karena granat masih aktif. Kemudian, warna biru laut dan nanas dibawa ke tempat yang jauh dari pemukiman penduduk.

Pada titik ini, tim Geghana menghancurkan granat nanas dengan cara meledakkannya. Usai ledakan, tim Gegan menyerahkan pecahan granat ke polisi Baradat.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *