Ketapang, Beritasatu.com – Warga meminta pemerintah segera memperbaiki jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Kendawangan-Ketapang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Jalan tersebut rusak parah dalam beberapa bulan terakhir.
Read More : Nirok Ikan, Tradisi Unik Warga Bangka Saat Musim Kemarau
Kerusakan jalan menimbulkan bahaya bagi pejalan kaki. Jalan berlubang di banyak tempat menyebabkan banyak kecelakaan saat menyeberang jalan.
Aswanar, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama, namun hingga saat ini belum ada perbaikan.
Pada Selasa (25/6/2024), “Warga sempat menemui kecelakaan di jalan ini. Tidak hanya ada yang luka, ada pula yang meninggal dunia. Bahkan ada ibu-ibu yang melahirkan di jalan tersebut,” ujarnya.
Aswanar mengatakan, warga merasa sedih karena persoalan ini kurang mendapat perhatian dari pejabat daerah bahkan Gubernur Kalimantan Barat. Faktanya, ini merupakan pintu gerbang penting menuju pusat kota bagi penduduk domestik.
“Pemerintah daerah berjanji akan memperbaiki jalan tersebut. Namun tidak pernah terjadi. Masyarakat mengira mereka dibohongi. Aparat tidak pernah melewati jalan ini. Setiap hari kami merasakan sulit dan sakitnya melintasi jalan rusak ini,” ujarnya. .
Hariansyah, warga lainnya, mengatakan kerusakan di Jalan Kendawangan-Ketapang semakin hari semakin parah. Kerusakan parah ini terjadi dalam delapan bulan terakhir.
“Jalan ini adalah jantung masyarakat yang menghubungkan banyak kabupaten. Korban terbanyak di sini adalah anak-anak sekolah, siswa SMP, dan SMA.”
Dia mengungkapkan, pembicaraan mengenai pemeliharaan jalan biasanya dilakukan sebelum pemilu dan pemilihan ketua daerah. Menurutnya, hal tersebut hanyalah pesan kosong untuk menarik simpati warga agar memilih calon tertentu.
“Kami meminta Pemprov Kalbar membuka mata dan peka terhadap situasi ini.”
Read More : Warga Pulau Ruang Mulai Dievakuasi ke Manado
Terkait hal itu, Kepala Pekerjaan Umum dan Perencanaan Wilayah (PUTR) Kabupaten Ketapang Dennery menjelaskan, jalan Kendawangan-Ketapang sepanjang 65 kilometer telah dialihfungsikan menjadi jalan provinsi mulai Juni 2022.
“Saat ini pintu masuk jalan tersebut akan diperbaiki oleh Pemerintah Pusat dengan Keputusan Presiden Jalan Tol.”
Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harrison menanggapi desakan warga dengan mengatakan bahwa jalan tersebut dikelola oleh pemerintah pusat dengan keputusan Presiden Jalan Daerah. Namun implementasi program ini belum diketahui.
“Kami belum tahu apakah ini sudah diterapkan,” kata Harrison.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertanahan (PUPR) Kalimantan Barat Iskandar mengumumkan Pemprov Kalbar telah mengeluarkan dana Rp 5 miliar untuk pembangunan jalan tersebut pada tahun 2023.
“Kami sudah melakukan perbaikan. Yang dikelola sekitar satu kilometer jalan batas kota.”