Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memberikan konversi gratis 1.000 sepeda motor tradisional menjadi sepeda motor listrik. 1.000 sepeda motor listrik akan dikonversi untuk warga lingkungan Jabodetabek.

Read More : Melihat Mobil Konsep Elektrik Masa Depan Nissan di GIIAS 2024

Dadan Kusdiana, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, mengatakan program konversi sepeda motor listrik gratis ini akan menghemat pengguna dalam membeli bahan bakar.

“Jika sepeda motor menggunakan bahan bakar minyak (BBM) 1 liter, mampu menempuh jarak 35 kilometer dan mengeluarkan emisi CO2 2,5 kilogram. Jika menggunakan bahan bakar Pertamax yang dibandrol dengan harga Rp 13.700 per liter setara dengan Rp 2.400 per 1 kWh. , “yang akan menghemat Rs 11.300,” kata Dadan, Sabtu. Said mengutip keterangannya (24/8/2024).

Perhitungan konsumsi energi sepeda motor listrik 1 kWh mampu menempuh jarak 35 kilometer dan telah diuji selama 10.000 jam.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Hemat Energi (Detgen EBTKE) Ania Listiana Davy mengatakan, program konversi kendaraan listrik ini mampu menurunkan 132,25 juta ton CO2 atau 32% dari target pengurangan berbagai energi lainnya sebesar 358 juta ton. . efisiensi adalah. Hingga tahun 2030.

Mulai tahun 2022, EM akan melakukan konversi sepeda motor listrik tersebut sebanyak 100 unit. Sebagai kelanjutan dari implementasi Peraturan Menteri Energi dan Mineral (PERMEN) Nomor 3 Tahun 2023 yang digantikan dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2023 tentang Pedoman Umum Bantuan Pemerintah dalam Program Transformasi. Sepeda motor bermesin pembakaran internal diubah menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai.

Read More : Donald Trump Menentang Orang AS Punya Mobil Listrik

“Pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp10 juta untuk setiap unit sepeda motor yang dikonversi. Operasi konversi dilakukan oleh bengkel konversi yang bersertifikat Kementerian Perhubungan yang mampu menyalurkan bantuan pemerintah tersebut,” kata Enya.

Lebih lanjut dikatakannya, bengkel-bengkel ini telah diverifikasi oleh Balai Besar Survei dan Pengujian KEBTKE (BBSP).

“Saat ini workshop transformasi mitra KESDM telah mencapai 25 unit, dan jumlah workshop transformasi KESDM dan Indonesia untuk UKM dan sekolah bisnis akan terus bertambah,” pungkas Enia. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *