Mataram, Beritasatu.com – Seorang perempuan berinisial NKBA (33) asal Desa Cakranegara Utara, Kecamatan Cakrangara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ditemukan tewas bersimbah darah di wisma miliknya pada Sabtu (20/04/2024) pukul 17. :30 VITA. Korban diduga dibunuh oleh mantan suaminya, NA, setelah terlibat pertengkaran besar.

Read More : Imbauan Polri Terkait Acara Misa Suci Bersama Paus Fransiskus di SUGBK

Menurut ibu korban, Kadek Budiartini, NKBA dan NA telah bercerai beberapa waktu lalu. Hubungan keduanya diwarnai dengan pertengkaran yang berkepanjangan. Diduga karena NA tidak bekerja dan tidak pernah menghidupi anak-anaknya selama menikah.

“Mereka sudah lama menikah, puluhan tahun. Tapi sering bertengkar. Sebab pelakunya tidak bekerja. Selama menikah, anak saya tidak pernah dinafkahi,” kata Kadek saat ditemui di lokasi. Minggu (21 April 2024).

Pertengkaran tersebut diduga dipicu keinginan NA untuk mengambil ponsel milik sang anak. Wanita berinisial NKBA yang kesal dengan kelakuan mantan suaminya itu berusaha menyembunyikan ponselnya. Namun hal ini membuat NA semakin marah dan berujung pada penikaman.

“Sepeda anak saya, kompor gas, bahkan sepeda motor anak saya dijual eksekutor. Memang sempat terjadi pertengkaran saat menjadi suami istri,” jelas Kadek.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami NKBA selama bertahun-tahun rupanya menjadi salah satu faktor pemicu tragedi ini. NKBA, yang merupakan tulang punggung keluarga, harus menanggung beban keuangan dan kekerasan yang dilakukan NA sendirian.

“Korbanlah yang menghidupi kedua anaknya. Meski digaji, korban kerap mengalami KDRT. Anak saya selalu diam, memilih tidak pernah melapor ke polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kanit Reskrim AKP I Njoman Diana Mahardika mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, korban dan pelaku diketahui sudah menikah, namun bercerai sekitar enam bulan lalu. yang lalu.

“Selama proses perceraian ini, pelaku sering datang ke wisma korban untuk menjenguk anaknya,” kata AKP I Njoman.

Read More : IHSG Perdagangan Kamis 8 Agustsus 2024 Ditutup Turun ke 7.195

Di hari kejadian, sekitar pukul 17.30 VITA, pelaku mendatangi wisma korban dan masuk ke kamar. Tak lama kemudian, tetangga korban mendengar pertengkaran dari dalam kamar.

Setelah itu pelaku keluar dari kos dan langsung menjauh dari lokasi kejadian,” jelas AKP dan Njoman.

Tetangga yang mendengar adu mulut tersebut kemudian masuk ke dalam kos dan menemukan korban tergeletak dalam genangan darah. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sayangnya, akibat pendarahan hebat, korban meninggal dunia kurang lebih 45 menit hingga satu jam setelah kejadian.

Berdasarkan temuan ahli pengadilan, korban meninggal dunia karena mengeluarkan darah, ujarnya lagi.

Polres Mataram masih mencari pelaku yang langsung kabur usai menikam mantan istrinya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *