Jakarta, Beritasat.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menerapkan berbagai prinsip untuk mendukung transformasi energi Indonesia.

Read More : Putri Marino Ungkap Cara Merawat Kecantikan pada Usia 31 Tahun

Wakil Menteri Keuangan Thomas Digondono mengungkapkan bahwa anggaran untuk pendapatan negara dan APBN juga telah diarahkan untuk mendukung transfer energi hijau di Indonesia, misalnya melalui kebijakan keuangan, insentif pajak, dan kredit hijau.

“Kementerian Keuangan telah berada di puncak energi untuk waktu yang lama,” kata Thomas di KTT Jakarta di Jakarta pada hari Rabu (6/25/20) dan akan memainkan peran dalam hal kebijakan keuangan, dalam hal biaya, penerimaan, dan pembiayaan. “

Menurutnya, Kementerian Keuangan telah menuangkan banyak insentif pajak untuk mempercepat pertumbuhan sektor energi dan real estat. Selain itu, Kementerian Keuangan juga mengurangi komitmen impor mesin dan peralatan yang diperlukan untuk berinvestasi di sektor energi.

Kementerian Keuangan juga mengeluarkan obligasi dan obligasi hijau sebagai upaya untuk memastikan pembiayaan proyek energi terbarukan.

Wamenkeu Thomas juga menjelaskan bahwa realitas anggaran untuk tahun 2025 telah menjadi strategi yang diterapkan oleh pemerintah untuk memastikan penggunaan dana untuk tujuan produktif, terutama untuk transfer energi.

Read More : 79% dari Target Tahun Ini, Prapenjualan Lippo Karawaci Capai Rp 4,25 Triliun

“Apa yang terjadi adalah implementasi penggunaan yang lebih produktif,” katanya. “Kami tidak membatasi anggaran, tetapi itu membutuhkan penggunaan yang lebih produktif.”

Dia menambahkan bahwa Kementerian Keuangan akan melanjutkan komitmennya untuk mendukung transfer energi Indonesia dengan menentukan prioritas kerja sama antara berbagai kementerian dan lembaga untuk mencapai energi bersih dan berkelanjutan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *