JAKARTA, Baritasato.com – Wakil Menteri Dalam Negeri Rebecca Holok (Wimondi) telah menyoroti beberapa daerah yang masih menetapkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Bahkan, menurut Rabka, penunjukan PPP harus diselesaikan dan tidak perlu melanjutkan.
Read More : Top 5 News: Rencana Eksekusi Ronald Tannur hingga Kekecewaan Ibu Paula Verhoeven
“Ada juga sesuatu yang telah kita lihat bahwa kita masih dinominasikan untuk PPPK, meskipun telah selesai. Penunjukan K1 dan K2 telah selesai, tetapi masih ada penunjukan. Rebaka mengatakan pada pertemuan dengan Dewan Perwakilan Komisi II untuk pembangunan kompleks Pirial, kompleks Senator, kompleks Senator, Senator.
Rabka meminta para pemimpin regional untuk mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Reformasi Administratif dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Dia menambahkan bahwa pemerintah telah menjadwalkan penunjukan CPN dan PPP di daerah -daerah, tidak setelah Juni 2025 untuk CPN dan setelah Oktober 2025 untuk PPP.
โKemudian, penunjukan CPN harus diselesaikan pada akhir Juni 2025, sementara janji temu PPPK harus dilakukan setelah Oktober 2025.
Rebecca Holok Menteri Dalam Negeri (Mandagiri) Dewan Perwakilan Rakyat Dewan Perwakilan II yang mewakili tato Cornean dan Dewan Perwakilan Rakyat dan Bupati/Walikota, bersama dengan Komisi Komisi Perwakilan II, yang mewakili Tato House of Representative Commission II (Mandagri) Tato. Pertemuan itu dipimpin oleh Ketua House of Refreshments Commission II Rifkinzami.
Read More : Kisah Heroik di Balik Sejarah Hari Juang Kartika yang Diperingati TNI Tiap 15 Desember
Berdasarkan agenda yang diperoleh dari Dewan Perwakilan Rakyat, di samping penunjukan PPPK, sejumlah masalah terkait wilayah strategis dibahas, termasuk administrasi pemerintah daerah, dana transfer pusat ke daerah, bisnis regional (BUMD), layanan publik regional dan layanan publik regional.