Jakarta, Beritasatu.com – Saham Nvidia anjlok hingga 2,5% pada Senin (12 September 2024). Penurunan tersebut membayangi kenaikan besar di Wall Street dan menyeret indeks saham utama Amerika Serikat (AS) turun dari rekor tertingginya.

Read More : Beri Peringatan ke Iran, AS Kirim Kapal Perang Tambahan dan Pengebom B-52

S&P 500 turun 0,6 persen dari level tertingginya yang ke-57 tahun ini. Dow Jones Industrial Average turun 240 poin atau 0,5%, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,6%.

Saham Nvidia merupakan penurunan terbesar di S&P 500 setelah Tiongkok mengumumkan penyelidikan atas dugaan pelanggaran antimonopoli, sehingga membuat Wall Street anjlok dari rekor tertingginya, AP melaporkan. 

Nvidia, salah satu perusahaan paling berharga di Wall Street, sebelumnya didukung oleh chip yang merupakan jantung dari teknologi kecerdasan buatan.

Secara keseluruhan, S&P 500 kehilangan 37,42 poin dan ditutup pada 6.052,85. Indeks Dow Jones turun 240,59 poin menjadi 4401,93, indeks Nasdaq turun 123,08 poin menjadi 19736,69 poin.

Read More : French Open: Casper Ruud Sakit Perut, Alexander Zverev Revans

Fokus pasar minggu ini tertuju pada laporan inflasi konsumen AS yang dijadwalkan pada Rabu (12/11/2024) dan data inflasi grosir pada hari berikutnya. Hasil laporan ini akan menjadi referensi penting bagi keputusan Federal Reserve mengenai kebijakan suku bunga pada pertemuannya minggu depan.

Di pasar internasional, Hang Seng Hong Kong naik 2,8% setelah pemerintah Tiongkok setuju untuk melonggarkan kebijakan moneter, sementara saham Shanghai relatif datar di pasar internasional karena Wall Street anjlok dari rekor tertingginya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *