JAKARTA, BERITASATU.COM – Indeks utama Wall Street melemah dalam negosiasi pada hari Kamis (16/16/2025), dipicu oleh beberapa laporan pendapatan dari perusahaan besar, seperti Morgan Stanley dan UnitedHealth Group.
Read More : Hati-hati, Power Bank Dikunyah Anjing Bisa Picu Kebakaran Rumah
S&P 500 turun 12,57 poin menjadi 5.937,34. Dow turun 68,42 poin menjadi 43.153,13, dan Nasdaq Composite turun 172,94 poin menjadi 19.338,29.
Laporan AP, penurunan ini terjadi sehari setelah optimisme naik karena data inflasi yang lebih rendah daripada perkiraan, yang memicu harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) memangkas lebih banyak suku bunga tahun ini.
Laporan ekonomi yang dirilis Kamis menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Penjualan ritel di Amerika Serikat (AS) tidak sekuat prediksi dan klaim pengangguran mingguan meningkat.
Namun, laporan -laporan ini masih menunjukkan bahwa ekonomi AS tidak dekat dengan resesi, meskipun tanda -tanda perlambatan telah mulai muncul.
Kinerja Besar, Stanley, mencatat peningkatan 4% dalam saham setelah melaporkan laba yang melebihi ekspektasi analis pada kuartal terakhir tahun 2024. Di sisi lain, saham UnitedHealth Group anjlok 6%, meskipun perusahaan mendaftarkan laba yang lebih besar daripada perkiraan.
Read More : Pria yang Terbunuh dalam Penembakan Donald Trump Lindungi Keluarga sebagai Perisai Peluru
US Bancorp mendaftarkan penurunan tertinggi dalam indeks S&P 500. Sahamnya turun 5,6% setelah melaporkan hasil triwulanan yang mengecewakan. Saham Tesla juga turun 3,4%setelah berita bahwa perusahaan memberikan diskon kepada model Cyberuck dalam upaya untuk menarik pembeli di tengah penurunan penjualan kendaraan listrik. Laporan pendapatan yang beragam ini membuat tingkat utama Wall Street melemah.
Sementara itu, di pasar judul, pendapatan harta karun 10 tahun turun menjadi 4,61% menjadi 4,66%, sementara dua tahun pendapatan harta karun turun menjadi 4,23% menjadi 4,27%.
Ketika Wall Street melemah, pasar saham global menunjukkan kinerja positif. Indeks CAC 40 Prancis naik 2,1%, Kospi Sul Korea dan Hang Seng Hong Kong naik 1,2%.