Jakarta, Beritasatu.com – Rekor reli Wall Street berlanjut pada Rabu (7/3/2024) setelah perekonomian Amerika Serikat (AS) masih melemah dan The Fed secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga.
Read More : 3 VPN Gratis Ditutup Kemenkominfo untuk Turunkan Akses Judi Online
S&P 500 naik 0,5% mencapai rekor hari kedua berturut-turut dan rekor ke-33 tahun ini. Rata-rata industri Dow Jones turun 23 poin, atau 0,1%, sedangkan Nasdaq Composite naik 0,9%, naik 0,9%.
Seperti dilansir AP, Dalam laporan real estate terbaru di AS; Aktivitas perdagangan ritel dan jasa lainnya mengalami kontraksi pada Juni 2024 untuk ketiga kalinya dalam 49 bulan.
Laporan lain juga menunjukkan pasar tenaga kerja yang lesu. Jumlah pekerja AS yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu masih rendah dari rekor sebelumnya, namun sedikit lebih tinggi dari perkiraan para ekonom, kata laporan itu.
Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun turun menjadi 4,35% dari sebelumnya 4,44%. Imbal hasil (yield) telah turun secara luas sejak bulan April di tengah harapan bahwa inflasi akan cukup melambat sehingga mendorong The Fed menurunkan suku bunga utamanya dari tingkat tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
Read More : Demam Koin Jagat, Hingga Merusak Fasilitas Umum
Secara keseluruhan, S&P 500 naik 28,01 poin menjadi 5.537,02. Dow turun 23,85 poin menjadi 39.308,00 dan Nasdaq Composite naik 159,54 poin menjadi 18.188,30.
Pada saat yang sama, indeks di bursa asing tumbuh di sebagian besar Eropa dan Asia.